Budayawan: Pancasila Tak Bisa Terlepas dari Nilai dan Unsur Budaya
Selasa, 01 Juni 2021 - 23:34 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Momentum Hari Pancasila, Hasto Yakin Indonesia Bisa Jadi Juru Damai Dunia
"Justru lebih perlu lagi, kalau kita lihat teknologi informasi di era globalisasi ini membanjiri masyarakat, apapun informasi yang di inginkan akan datang sendiri. Dengan adanya Pancasila, ini sebagai alat pemersatu, bahwa dengan informasi apapun yang kita dapat, jangan lupa akan persatuan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kalua Pancasila itu tidak ada,” Jelas Addie.
Selain itu, dirinya menambahkan bahwa memanggil Pancasila yang sudah ada di bumi Indonesia dengan cara yang halus dan tajam, sehingga apa yang para seniman lakukan sekarang ini adalah memekarkan atau mengharumkannya Kembali di masyarakat.
Kemudian ia mencontohkan lagu anak-anak yang berjudul Pelangi-pelangi, sudah jarang terdengar di televisi-televisi, beda dengan zaman dulu Ketika disiarkan oleh TVRI semuanya ikut satu suara menyanyikan. Namun sekarang tidak bisa lagi seperti itu, karena zaman sudah semakin modern dan sudah majemuk, kemudian hal ini sudah terejawantahkan pada porsi geraknya masing-masing sesuai dengan perannya.
Addie menilai, justeru dengan adanya perbedaan sudut pandang dan gerak masing-masing merupakan asset, terlebih dalam dunia seni. Namun hal yang paling penting adalah bagaimana menghadirkan Kembali, membangkitkan Kembali spirit Pancasila di era kekinian. Dalam hal seni misalnya bagaimana lagu-lagu zaman dulu yang mengajarkan nasionalisme itu di aransmen ulang dengan nada dan music yang khas dengan zaman sekarang,
“Bagaimana semangat Pancasila ini di hadirkan, semangat perjuangan dihadirkan di era ke kinian dengan cara masing-masing sesuai dengan posisi dan kedudukannya masing-masing. Semisal lewat lagu anak-anak tadi itu di aransmen ulang,” tambah Addie.
"Justru lebih perlu lagi, kalau kita lihat teknologi informasi di era globalisasi ini membanjiri masyarakat, apapun informasi yang di inginkan akan datang sendiri. Dengan adanya Pancasila, ini sebagai alat pemersatu, bahwa dengan informasi apapun yang kita dapat, jangan lupa akan persatuan. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kalua Pancasila itu tidak ada,” Jelas Addie.
Selain itu, dirinya menambahkan bahwa memanggil Pancasila yang sudah ada di bumi Indonesia dengan cara yang halus dan tajam, sehingga apa yang para seniman lakukan sekarang ini adalah memekarkan atau mengharumkannya Kembali di masyarakat.
Kemudian ia mencontohkan lagu anak-anak yang berjudul Pelangi-pelangi, sudah jarang terdengar di televisi-televisi, beda dengan zaman dulu Ketika disiarkan oleh TVRI semuanya ikut satu suara menyanyikan. Namun sekarang tidak bisa lagi seperti itu, karena zaman sudah semakin modern dan sudah majemuk, kemudian hal ini sudah terejawantahkan pada porsi geraknya masing-masing sesuai dengan perannya.
Addie menilai, justeru dengan adanya perbedaan sudut pandang dan gerak masing-masing merupakan asset, terlebih dalam dunia seni. Namun hal yang paling penting adalah bagaimana menghadirkan Kembali, membangkitkan Kembali spirit Pancasila di era kekinian. Dalam hal seni misalnya bagaimana lagu-lagu zaman dulu yang mengajarkan nasionalisme itu di aransmen ulang dengan nada dan music yang khas dengan zaman sekarang,
“Bagaimana semangat Pancasila ini di hadirkan, semangat perjuangan dihadirkan di era ke kinian dengan cara masing-masing sesuai dengan posisi dan kedudukannya masing-masing. Semisal lewat lagu anak-anak tadi itu di aransmen ulang,” tambah Addie.
Lihat Juga :