Ornamen Header
Mendikbudristek Tegaskan PTM Terbatas Bukan Sekolah Seperti Biasa
Mendikbudristek Tegaskan PTM Terbatas Bukan Sekolah Seperti Biasa
Sejumlah siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka perdana di sekolahnya. Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi ( Mendikbudristek ) Nadiem Anwar Makarim meluruskan mispersepsi yang terjadi dalam beberapa pemberitaan terkait pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Mendikbudristek sekali lagi menyatakan bahwa PTM terbatas tidak sama seperti sekolah tatap muka biasa.

“Apa yang Bapak Presiden sampaikan pada Senin (7/6) lalu benar bahwa pembelajaran yang kita upayakan bersama adalah tatap muka terbatas. Sekali lagi, terbatas,” tekan Nadiem melalui siaran pers, Rabu (9/6).

Baca juga: Kemendikbudristek Jelaskan Konsep Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo memberikan contoh praktik baik dalam melaksanakan PTM terbatas, dimana satuan pendidikan dapat mengatur satu kelas hanya diisi 25 % murid, kegiatan belajar mengajar hanya dua jam dan satu minggu hanya dua kali pertemuan.



Menteri Nadiem menyampaikan, "contohnya seperti yg disampaikan oleh Presiden. Sekolah yang sudah atau dalam proses melakukan PTM terbatas dengan durasi belajar dan jumlah murid berbeda tetap diperbolehkan selama mengikuti protokol kesehatan dan di bawah batas maksimal yang tercantum dalam SKB Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19," ujarnya.

Lebih lanjut, Mendikbudristek menegaskan, tidak ada perubahan dalam SKB. SKB tersebut menuangkan aturan maksimal. Menurutnya, sekolah bisa menerapkan PTM terbatas dengan sedikit demi sedikit.
halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!