Gagal Diterima di Kampus Impian? Ini 5 Tips Anti Galau ala Ketua LTMPT

Kamis, 17 Juni 2021 - 07:04 WIB
loading...
Gagal Diterima di Kampus Impian? Ini 5 Tips Anti Galau ala Ketua LTMPT
Ketua Penyelenggara LTMPT yang sekaligus Rektor Unair, Prof Mohamad Nasih dalam Talkshow dengan Komunitas SEVIMA, Rabu (16/6). Foto/LTMPT
A A A
SURABAYA - Hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri ( SBMPTN ) 2021 telah diumumkan. Banyak peserta yang dinyatakan tidak lolos SBMPTN 2021.

Ketua Penyelenggara Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi ( LTMPT ) yang sekaligus Rektor Universitas Airlangga, Prof. Mohamad Nasih mengatakan, dari total 777.858 peserta yang terdaftar sebagai peserta SBMPTN 2021, sebanyak 184.942 dinyatakan lolos SBMPTN 2021. Dengan demikian, hanya 23,78 persen peserta yang lolos SBMPTN 2021.

Baca juga: Tak Lolos SBMPTN, Undip Masih Buka Pendaftaran Jalur Ujian Mandiri

“Jadi yang diterima ada 184.942 saja, sedangkan yang ditolak 500.000 lebih,” ungkap Prof. Nasih dalam Talkshow dengan Komunitas SEVIMA, Rabu (16/06) pagi secara virtual melalui Live Youtube SEVIMA.

Ketua LTMPT sekaligus Rektor Universitas Airlangga itu juga tidak lupa memberikan semangat untuk peserta SBMPTN 2021 yang tidak lolos. Menurutnya “bagi peserta yang belum lolos tak perlu khawatir, karena masih banyak jalan yang bisa diraih, harus bersabar dan tetap optimis,” ujar Ketua LTMPT.

Selain memberikan semangat, Prof. Nasih juga memberikan beberapa tips dan pesan-pesan agar bisa move on untuk peserta SBMPTN 2021 yang belum beruntung. Berikut lima tips anti galau dari ketua LTMPT 2021.

Baca juga: Begini Prosedur Registrasi Mahasiswa UGM yang Diterima dari SBMPTN

Berikut 5 Tips Anti Galau ala Prof Nasih

1. Tetap optimis, yakinlah kegagalan bukan akhir dunia
Banyak yang mengira, gagal SBMPTN adalah beban yang sangat mendalam. Padahal gagal SBMPTN bukan berarti gagal kehidupan. Masih banyak di luar sana yang tidak kuliah pun tapi bisa sukses. Maka dari itu, gagal di SBMPTN ini jangan sampai bikin terpuruk.

Kesuksesan hidup bisa diraih dengan banyak cara. Misalnya dengan menempuh jurusan lain yang tidak linier, studi di kampus negeri maupun swasta lainnya, serta tidak menutup kemungkinan tanpa bangku perkuliahan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3032 seconds (10.177#12.26)