Ornamen Header
Mahasiswa ITS Garap Startup untuk Tes TOEFL
Mahasiswa ITS Garap Startup untuk Tes TOEFL
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Foto/Dok/SINDOnews
JAKARTA - Kemampuan Bahasa Inggris saat ini menjadi satu kemampuan yang harus dimiliki mahasiswa. Azzam Jihad Ulhaq, mahasiswa ITS pun mendirikan perusahaan rintisan (startup) bernama Bahasa Booster untuk mendukung para mahasiswa dalam belajar tes Bahasa Inggris.

Bahasa Booster sendiri merupakan sebuah startup yang bergerak dalam bidang pelatihan Bahasa Inggris, terutama untuk persiapan Test of English as a Foreign Language (TOEFL). Sampai saat ini terdapat tiga paket tryout yang tersedia di bahasa-booster.xyz yang bisa didapatkan secara gratis dan berbayar dengan mendapatkan pembahasan soal.

Baca juga: Jaring Mahasiswa Terbaik bidang Sains, Kemendikbudristek Gelar Seleksi KNMIPA

Pengguna yang telah mengikuti tryout akan langsung mendapatkan nilai yang sudah dikonversikan sebagai nilai TOEFL. “Sekarang, Bahasa Booster sedang dalam tahap pengembangan untuk aplikasi seluler di Android dan iOS,” jelasnya melalui siaran pers, Kamis (24/6).

Sudah berjalan lebih dari 3 bulan, Bahasa Booster memberanikan diri untuk mendaftar di program Akselerasi Startup Mahasiswa Indonesia (ASMI) 2021 hingga lolos tahap 2 pendanaan. Dengan dana ini, Azzam dan timnya berencana untuk beralih ke aplikasi seluler.

Hal ini bertujuan agar berbagai tes tryout dan materi yang akan ditambahkan bisa diakses secara luring oleh pengguna. “Tidak seperti lewat situs yang harus diakses secara daring,” ujar pendiri dan CTO Bahasa Booster itu.



Baca juga: 65 Mahasiswa UB Raih Kesempatan Kuliah 1 Semester di Luar Negeri

Aplikasi seluler yang sedang dikembangkan akan memiliki berbagai materi persiapan TOEFL, tidak seperti sebelumnya yang hanya menyediakan soal tryout dengan pembahasan. Dengan dana lebih, Azzam berencana akan menambah anggota tim berupa programmer dan tenaga ahli dari jurusan Sastra Inggris yang akan menyusun materi dari berbagai buku seperti Baron, McGraw Hill, dan Longman.

“Materinya akan kami kemas dalam Bahasa Indonesia, agar mudah dipahami bagi yang belum lancar Bahasa Inggrisnya,” tutur mahasiswa Teknik Informatika 2017 ini.
halaman ke-1
TULIS KOMENTAR ANDA!