Lindungi Institusi Pendidikan, Teknologi Bantu Wujudukan Integritas Riset
Sabtu, 26 Juni 2021 - 15:24 WIB
loading...
A
A
A
Head of Research Area bidang strategi dan analisis pemasaran dari Binus Business School Dr. Asnan Furinto yang juga menjadi narasumber pada sesi tersebut memaparkan grafik perkembangan publikasi riset di Indonesia yang pada 2018 sejajar dengan Malaysia, dan 2019 sudah tertinggi.
Baca juga: Merdeka Belajar, Mulai Tahun Ini Unpad-ITB Gelar Kuliah Bersama
“Sudah saatnya kita mengangkat isu integritas dan etika penelitian karena dari sisi kuantitas sudah tercapai. Aspek kualitas secara paralel sudah mulai digiatkan, bagaimana kita bisa melakukan riset dengan memenuhi aspek kualitas dan kuantitas,” tuturnya.
Asnan mengatakan bahwa spektrum plagiarism itu sangat luas, ada 13 kategori tindakan yang bisa dikategorikan sebagai tindak plagiat seperti identity theft, copycat, mitosis, recyle hingga mosaic. Menurutnya, teknologi seperti Gradescope dari Turnitin bisa mengurangi resiko kecurangan atau plagiarisme yang dilakukan mahasiswa atau peserta kursus.
“Dengan fitur-fitur yang berbasis teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligent), Gradescope mampu menjaga konsistensi penilaian kinerja baik dari sisi penilai maupun yang dinilai. Jika ada inkonsistensi peniliaian kinerja dalam sebuah rangkaian tes, sistem akan dapat mendeteksi deviasi atau pola-pola abnormal tersebut sehingga pada akhirnya dapat meminimalkan risiko kecurangan atau plagiarisme, dan mengedepankan orisinalitas.”
Baca juga: Merdeka Belajar, Mulai Tahun Ini Unpad-ITB Gelar Kuliah Bersama
“Sudah saatnya kita mengangkat isu integritas dan etika penelitian karena dari sisi kuantitas sudah tercapai. Aspek kualitas secara paralel sudah mulai digiatkan, bagaimana kita bisa melakukan riset dengan memenuhi aspek kualitas dan kuantitas,” tuturnya.
Asnan mengatakan bahwa spektrum plagiarism itu sangat luas, ada 13 kategori tindakan yang bisa dikategorikan sebagai tindak plagiat seperti identity theft, copycat, mitosis, recyle hingga mosaic. Menurutnya, teknologi seperti Gradescope dari Turnitin bisa mengurangi resiko kecurangan atau plagiarisme yang dilakukan mahasiswa atau peserta kursus.
“Dengan fitur-fitur yang berbasis teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligent), Gradescope mampu menjaga konsistensi penilaian kinerja baik dari sisi penilai maupun yang dinilai. Jika ada inkonsistensi peniliaian kinerja dalam sebuah rangkaian tes, sistem akan dapat mendeteksi deviasi atau pola-pola abnormal tersebut sehingga pada akhirnya dapat meminimalkan risiko kecurangan atau plagiarisme, dan mengedepankan orisinalitas.”
Lihat Juga :