Perdana, MRIN-UPH dan Eijkman Kolaborasi Terkait WGS Virus SARS-COV-2
Jum'at, 02 Juli 2021 - 16:03 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 56.247 Calon Mahasiswa Bersaing Ketat di Ujian Mandiri Undip
Untuk kerja sama ini, MRIN-UPH akan memilih sampel-sampel yang memenuhi kriteria seperti profil pasien dan nilai Cycle Threshold (CT) tertentu. Kemudian sampel dikirimkan ke Eijkman untuk dilakukan sequencing. Jika data sudah lengkap maka data ini akan dilaporkan kepada Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) sehingga dapat diakses publik,” tambah Dr. Ivet.
Lebih lanjut, Dr. Safarina yang biasa dipanggil Dr. Ina ini menjelaskan, kerja sama WGS SARS-CoV-2 ini akan dibagi menjadi dua tahap. “Dalam tahap pertama, MRIN-UPH akan menyediakan reagen untuk meneliti 100 sampel yang dikerjakan Eijkman. Kemudian data WGS dari 100 sampel ini akan dilaporkan ke GISAID.
Dalam tahap kedua, MRIN-UPH akan melakukan pengiriman sampel secara rutin ke Eijkman untuk berpartisipasi dalam pemenuhan target Eijkman dari pemerintah Republik Indonesia, yaitu pengiriman data WGS dari 5,000 sampel ke GISAID di tahun ini,” papar Dr. Ina.
Baca juga: Raeni, Mahasiswa yang Lulus Diantar Bapak Naik Becak Kini Jadi Doktor di Birmingham Inggris
Diakui oleh Dr. Ina, kerja sama mengenai penelitian WGS SARS-CoV-2 ini adalah yang pertama dilakukan dan telah menjadi pionir untuk kerja sama serupa antara Eijkman dengan lembaga penelitian lainnya, terutama lembaga riset dari daerah di luar pulau Jawa.
Untuk kerja sama ini, MRIN-UPH akan memilih sampel-sampel yang memenuhi kriteria seperti profil pasien dan nilai Cycle Threshold (CT) tertentu. Kemudian sampel dikirimkan ke Eijkman untuk dilakukan sequencing. Jika data sudah lengkap maka data ini akan dilaporkan kepada Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID) sehingga dapat diakses publik,” tambah Dr. Ivet.
Lebih lanjut, Dr. Safarina yang biasa dipanggil Dr. Ina ini menjelaskan, kerja sama WGS SARS-CoV-2 ini akan dibagi menjadi dua tahap. “Dalam tahap pertama, MRIN-UPH akan menyediakan reagen untuk meneliti 100 sampel yang dikerjakan Eijkman. Kemudian data WGS dari 100 sampel ini akan dilaporkan ke GISAID.
Dalam tahap kedua, MRIN-UPH akan melakukan pengiriman sampel secara rutin ke Eijkman untuk berpartisipasi dalam pemenuhan target Eijkman dari pemerintah Republik Indonesia, yaitu pengiriman data WGS dari 5,000 sampel ke GISAID di tahun ini,” papar Dr. Ina.
Baca juga: Raeni, Mahasiswa yang Lulus Diantar Bapak Naik Becak Kini Jadi Doktor di Birmingham Inggris
Diakui oleh Dr. Ina, kerja sama mengenai penelitian WGS SARS-CoV-2 ini adalah yang pertama dilakukan dan telah menjadi pionir untuk kerja sama serupa antara Eijkman dengan lembaga penelitian lainnya, terutama lembaga riset dari daerah di luar pulau Jawa.
Lihat Juga :