Mahasiswa Unair Raih Medali Emas IICYMS Berkat Alat Deteksi Kebohongan
Senin, 12 Juli 2021 - 23:06 WIB
loading...
A
A
A
Mahasiswa prodi Fisika angkatan 2019 ini menambahkan, lie detector yang dikembangkan timnya memiliki desain yang lebih sederhana. Tak hanya itu, tingkat spesifik yang tinggi itu bisa dijangkau dengan dinamis dan biaya fabrikasi yang murah. Sehingga inovasi ini dapat diaplikasikan dengan mudah di lapangan.
Baca juga: UB Buka Seleksi Mandiri Program Vokasi Jalur Rapor dan UTBK
Gina menambahkan, inovasi tersebut sangat diilhami oleh sebuah jurnal penelitian yang berjudul Fiber Optic Sensor Heart Rate Detection. Inovasi itu merupakan aplikasi nyata dari hipotesis saintifik yang tertuang dalam jurnal tersebut.
Mengikuti kompetisi sains berbasis inovasi tidaklah mudah di tengah pandemi COVID-19 yang masih mengganas. Selama kurang lebih dua bulan persiapan, tim harus melewati berbagai revisi video presentasi.
“Tak hanya itu, kami juga tidak bisa presentasi full team akibat dua anggota tim kami harus rehat akibat kesehatannya drop,” jelasnya.
Baca juga: UB Buka Seleksi Mandiri Program Vokasi Jalur Rapor dan UTBK
Gina menambahkan, inovasi tersebut sangat diilhami oleh sebuah jurnal penelitian yang berjudul Fiber Optic Sensor Heart Rate Detection. Inovasi itu merupakan aplikasi nyata dari hipotesis saintifik yang tertuang dalam jurnal tersebut.
Mengikuti kompetisi sains berbasis inovasi tidaklah mudah di tengah pandemi COVID-19 yang masih mengganas. Selama kurang lebih dua bulan persiapan, tim harus melewati berbagai revisi video presentasi.
“Tak hanya itu, kami juga tidak bisa presentasi full team akibat dua anggota tim kami harus rehat akibat kesehatannya drop,” jelasnya.
(mpw)
Lihat Juga :