Kampus Vokasi Dinilai Belum Penuhi Harapan Mahasiswa Calon Wirausahawan
Kamis, 05 Agustus 2021 - 20:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Telkom University Kembali Menjadi PTS Nomor 1 versi Webometrics
"Saat ini, jumlah wirausahawan di Indonesia masih di bawah minimal 4 persen atau hanya 3,4 persen. Jika dibandingkan dengan negara tetangga selisihnya cukup jauh, seperti Singapura sudah sekitar 8 persen dan Jepang sudah lebih dari 11 persen," paparnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, kata Dana, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek kini membentuk program penguatan ekosistem kewirausahaan.
"Program ini bersifat kompetisi bagi perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi, didasarkan atas kemampuan dalam membangun ekosistem kewirausahaan," jelas Dana.
Adapun ruang lingkup pelaksanaan program penguatan ekosistem wirausahaan PTPPV meliputi pertanian, teknologi pertanian, perikanan, perkebunan, dan bidang lainnya, juga manufaktur, konstruksi, dan teknologi informasi.
Lalu, ada juga industri, barang konsumsi seperti makanan, minuman, farmasi, peralatan rumah tangga, tekstil, kemudian termasuk bidang kesehatan, pariwisata, dan jasa lainnya.
"Saat ini, jumlah wirausahawan di Indonesia masih di bawah minimal 4 persen atau hanya 3,4 persen. Jika dibandingkan dengan negara tetangga selisihnya cukup jauh, seperti Singapura sudah sekitar 8 persen dan Jepang sudah lebih dari 11 persen," paparnya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, kata Dana, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek kini membentuk program penguatan ekosistem kewirausahaan.
"Program ini bersifat kompetisi bagi perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi, didasarkan atas kemampuan dalam membangun ekosistem kewirausahaan," jelas Dana.
Adapun ruang lingkup pelaksanaan program penguatan ekosistem wirausahaan PTPPV meliputi pertanian, teknologi pertanian, perikanan, perkebunan, dan bidang lainnya, juga manufaktur, konstruksi, dan teknologi informasi.
Lalu, ada juga industri, barang konsumsi seperti makanan, minuman, farmasi, peralatan rumah tangga, tekstil, kemudian termasuk bidang kesehatan, pariwisata, dan jasa lainnya.
Lihat Juga :