Rencana Belum Matang, Kemendikbudristek Diminta Tunda Asesmen Nasional
Senin, 23 Agustus 2021 - 22:29 WIB
loading...
A
A
A
Sayangnya, lanjut Ledia, asesmen nasional ini sejak awal disebut sebagai pengganti ujian nasional. Alhasil, banyak sekolah yang salah mengartikan konteks evaluasi yang dimaksudkan sebagai bahan pemetaan, malah diartikan untuk tes hingga munculah bimbingan belajar (bimbel)-bimbel AKM bagi murid-murid yang akan disertakan dalam asesmen nasional. "Ini jelas salah kaprah dan perlu diluruskan," imbuh Ledia menyesalkan.
Oleh karenanya, Ledia mendorong agar konteks pernyataan dukungan negara bagi perbaikan mutu pendidikan usai asesmen nasional lebih intens disosialisasikan Kemenrikbudristek kepada pihak sekolah, agar tidak disalahartikan sebagai penilaian bagi sekolah.
Terakhir, Sekretaris Fraksi PKS ini pun menilai bahwa kondisi pandemi yang memaksa peserta didik melaksanakan metode pembelajaran jarak jauh membuat asesmen nasional sebaiknya ditunda sambil dilakukan perbaikan-perbaikan pada indikator asesmen, metode, dan pemahaman sosialisasi.
"Memaksakan menyelenggarakan asesmen nasional secara daring di masa pandemi ini menurut kami tidak tepat. Selain banyak indikator asesmen yang tidak dapat tergali lewat asesmen daring, masih ada prioritas yang harus diutamakan oleh Kemdikbudristek, seperti memastikan optimalisasi program vaksinasi bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa serta memastikan kesiapan dan ketersediaan sarana prasarana pembelajaran tatap muka terbatas. Maka, tunda dulu asesmen nasional ini sambil dilakukan perbaikan-perbaikan esensial," tandasnya.
Oleh karenanya, Ledia mendorong agar konteks pernyataan dukungan negara bagi perbaikan mutu pendidikan usai asesmen nasional lebih intens disosialisasikan Kemenrikbudristek kepada pihak sekolah, agar tidak disalahartikan sebagai penilaian bagi sekolah.
Terakhir, Sekretaris Fraksi PKS ini pun menilai bahwa kondisi pandemi yang memaksa peserta didik melaksanakan metode pembelajaran jarak jauh membuat asesmen nasional sebaiknya ditunda sambil dilakukan perbaikan-perbaikan pada indikator asesmen, metode, dan pemahaman sosialisasi.
"Memaksakan menyelenggarakan asesmen nasional secara daring di masa pandemi ini menurut kami tidak tepat. Selain banyak indikator asesmen yang tidak dapat tergali lewat asesmen daring, masih ada prioritas yang harus diutamakan oleh Kemdikbudristek, seperti memastikan optimalisasi program vaksinasi bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa serta memastikan kesiapan dan ketersediaan sarana prasarana pembelajaran tatap muka terbatas. Maka, tunda dulu asesmen nasional ini sambil dilakukan perbaikan-perbaikan esensial," tandasnya.
(mpw)
Lihat Juga :