Dosen IPB University Berbagi Tips Gunakan Teknologi Digital Sehat dan Aman
Kamis, 02 September 2021 - 23:25 WIB
loading...
IPB University. Foto/Dok/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Dosen Sekolah Vokasi IPB University Dr Doni Yusri memberikan materi tentang pemanfaatan internet dan penggunaan teknologi digital secara sehat dan aman.
Menurutnya, saat ini ada sekitar 75 % dari total penduduk Indonesia yang menjadi pengguna aktif internet . Tentu saja semestinya pemanfaatan tersebut memberikan nilai positif seperti mendapat pengetahun, hiburan, berkomunikasi, ruang entertainment, hingga kesempatan berbisnis.
Baca juga: Inovasi Keren, Mahasiswa UGM Buat Robot Pengukur Kemiringan Lantai
Namun dalam kenyataannya ada banyak dampak buruk yang didapat oleh pengguna seperti konflik verbal, kekerasan yang disuguhkan baik dalam kata, audio, maupun video. Juga dampak buruk kecanduan, kejahatan siber, hingga kasus-kasus kriminalitas pornografi dan masih banyak lagi.
“Dampak-dampak buruk tersebut bisa saja hadir tanpa dibutuhkan oleh pengguna. Bahkan dampak buruk bisa saja menyasar dunia pendidikan. Karena itu, baik anak didik maupun tenaga didik sebaiknya menggunakan saluran atau fitur-fitur resmi dalam proses belajar mengajar,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis (2/9/2021).
Peneliti Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University ini menjelaskan, untuk menghindari kejahatan maupun dampak buruk lainnya, Dr Doni menyarankan agar pengguna media sosial menggunakan tips cukup tahu tapi tidak memberi tahu.
Baca juga: Cerita Mahasiswa ITB yang Raih Perak di Olimpiade Matematika
Menurutnya, saat ini ada sekitar 75 % dari total penduduk Indonesia yang menjadi pengguna aktif internet . Tentu saja semestinya pemanfaatan tersebut memberikan nilai positif seperti mendapat pengetahun, hiburan, berkomunikasi, ruang entertainment, hingga kesempatan berbisnis.
Baca juga: Inovasi Keren, Mahasiswa UGM Buat Robot Pengukur Kemiringan Lantai
Namun dalam kenyataannya ada banyak dampak buruk yang didapat oleh pengguna seperti konflik verbal, kekerasan yang disuguhkan baik dalam kata, audio, maupun video. Juga dampak buruk kecanduan, kejahatan siber, hingga kasus-kasus kriminalitas pornografi dan masih banyak lagi.
“Dampak-dampak buruk tersebut bisa saja hadir tanpa dibutuhkan oleh pengguna. Bahkan dampak buruk bisa saja menyasar dunia pendidikan. Karena itu, baik anak didik maupun tenaga didik sebaiknya menggunakan saluran atau fitur-fitur resmi dalam proses belajar mengajar,” ujarnya melalui siaran pers, Kamis (2/9/2021).
Peneliti Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB University ini menjelaskan, untuk menghindari kejahatan maupun dampak buruk lainnya, Dr Doni menyarankan agar pengguna media sosial menggunakan tips cukup tahu tapi tidak memberi tahu.
Baca juga: Cerita Mahasiswa ITB yang Raih Perak di Olimpiade Matematika
Lihat Juga :