Unpar Tak Ingin Buru-buru Gelar Kuliah Tatap Muka, Ini Alasannya
Kamis, 09 September 2021 - 14:18 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut Mangadar mengungkapkan bahwa pandemi COVID-19 juga telah berdampak terhadap mahasiswa baru yang mendaftar ke Unpar. Tahun ini, Unpar menerima sekitar 2.500-2.600 mahasiswa atau menurun jika dibandingkan tahun lalu yang berkisar sekitar 2.900-3.000 mahasiswa.
"Penerapan PPKM berpengaruh karena ada mahasiswa dari Malang atau kota lain di luar Bandung, melihat Bandung zona merah sehingga mengurangi mobilitas. Mahasiswa kita 30-40 persen dari luar Jabar," katanya.
Masih di tempat yang sama, Guru Besar Fakultas Filsafat Unpar, Ignatius Bambang Sugiharto membenarkan bahwa perkuliahan daring justru memicu tren positif di kalangan mahasiswa Unpar.
Meski di awal pandemi ada mahasiswa yang mengeluhkan perkuliahan daring, kata Bambang, namun dia yakin perkuliahan daring tidak menyebabkan kemorosatan prestasi maupun keilmuan yang diperoleh mahasiswanya.
"Dari sudut proses pembelajaran yang berpusat kepada mahasiswa malah justru efektif. Ternyata memberi peluang, meskipun over load karena semua mata kuliah ada tugasnya. Terutama mereka dipaksa sendiri membaca buku, nyari sendiri, dari sudut itu kualitas lebih baik, lebih mandiri," katanya.
"Penerapan PPKM berpengaruh karena ada mahasiswa dari Malang atau kota lain di luar Bandung, melihat Bandung zona merah sehingga mengurangi mobilitas. Mahasiswa kita 30-40 persen dari luar Jabar," katanya.
Masih di tempat yang sama, Guru Besar Fakultas Filsafat Unpar, Ignatius Bambang Sugiharto membenarkan bahwa perkuliahan daring justru memicu tren positif di kalangan mahasiswa Unpar.
Meski di awal pandemi ada mahasiswa yang mengeluhkan perkuliahan daring, kata Bambang, namun dia yakin perkuliahan daring tidak menyebabkan kemorosatan prestasi maupun keilmuan yang diperoleh mahasiswanya.
"Dari sudut proses pembelajaran yang berpusat kepada mahasiswa malah justru efektif. Ternyata memberi peluang, meskipun over load karena semua mata kuliah ada tugasnya. Terutama mereka dipaksa sendiri membaca buku, nyari sendiri, dari sudut itu kualitas lebih baik, lebih mandiri," katanya.
(mpw)
Lihat Juga :