P2G Temukan Sejumlah Persoalan di Lapangan Terkait Tes Seleksi Guru PPPK

Rabu, 15 September 2021 - 20:50 WIB
loading...
P2G Temukan Sejumlah Persoalan di Lapangan Terkait Tes Seleksi Guru PPPK
Tes seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap pertama mulai dihelat pemerintah pusat pada Senin, 13 September 2021. Foto/DOk/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Tes seleksi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ( PPPK ) sudah mulai dihelat pemerintah pusat. Seleksi tahap pertama dimulai Senin, 13 September 2021. Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) menemukan beberapa kendala selama proses seleksi.

Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan, para guru sebenarnya sudah merasa cemas sejak beberapa hari sebelum tes dimulai. Hal ini disebabkan kurang optimalnya informasi yang diberikan Panselnas secara online sehingga banyak masalah yang terjadi di lapangan.

Baca juga: AGSI Ungkap Persoalan yang Menimpa Guru Sejarah Honorer pada Seleksi PPPK

“Seperti jadwal yang mundur terus berganti, tempat lokasi tes tidak muncul, dan kepastian soal afirmasi dari Kemendikbudristek,” katanya melalui siaran pers, Rabu (15/9/2021).

Dia menjelaskan, untuk jadwal tes yang terus mundur saja sudah membuat guru honorer cemas. Guru terbebani dengan pikiran yang sangat menguras pikiran dan energi mengingat mereka tetap dituntut wajib melaksanakan tugas mengajar di kelas.

“Termasuk masalah informasi jadwal tes P3K melalui link/tautan yang keliru beredar massif di grup-grup guru (honorer) yang diumumkan sebelumnya,” ungkapnya.

Baca juga: Ingin Tahu Suka-Duka Pengajar, Mendikbudristek Bermalam di Rumah Guru

Selanjutnya, dia menuturkan, informasi sulit diakses karena tautan resmi SSCASN.GO.ID pun sempat bermasalah. Termasuk website resmi Kemendikbudristek di http://gurupppk.kemdikbud.go.id/pelamar_p3k/ yang sempat beberapa waktu sebelum Hari H tidak bisa diakses.

Selain itu, lanjutnya, ada juga persoalan guru honorer yang sudah berhenti mengajar sejak 3 tahun lalu. Akan tetapi namanya muncul sebagai calon peserta seleksi PPPK. Menurutnya, kasus ini akan berpotensi menyingkirkan guru honorer yang mengajar.
(mpw)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1882 seconds (11.252#12.26)