Ornamen Header
Gagas Biodiesel Minyak Jelantah, Mahasiswa IPB University Juarai Lomba KBMK
Gagas Biodiesel Minyak Jelantah, Mahasiswa IPB University Juarai Lomba KBMK
Tiga mahasiswa IPB Juara 3 Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen dan Keuangan (KBMK) dari Aspek Energi Bersih Terbarukan dan Terjangkau. Foto: Dok/IPB
JAKARTA - Tiga mahasiswa IPB University berhasil mendapatkan Juara 3 Kompetisi Mahasiswa Nasional Bidang Ilmu Bisnis, Manajemen dan Keuangan (KBMK) dari Aspek Energi Bersih Terbarukan dan Terjangkau. Kompetisi ini dilaksanakan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ( Kemendikbudristek ).

Shabrina Ghaissan yang merupakan Ketua Tim BI FUEL menyebutkan bahwa timnya mengangkat ide biodiesel dari minyak jelantah. Ia menjelaskan, minyak jelantah dapat diproses menjadi biodiesel melalui esterifikasi.

Baca juga: FTI UII Olah Limbah Masker Jadi Bahan Bakar Minyak

“Dalam proses produksinya dihasilkan gliserin sebagai produk sampingan hasil esterifikasi. Pada dasarnya bisnis biodiesel dari minyak jelantah sudah banyak dieksekusi di berbagai wilayah di Indonesia, sehingga bukanlah sebuah bisnis baru,” ujar Shabrina.



Oleh karena itu, inovasi yang digagas oleh Shabrina dan kolega terdapat pada model bisnis yang kolaboratif dan integratif. Ia menjelaskan, kolaborasi terintegrasi ditekankan pada bisnis BI FUEL untuk mengokohkan keberlanjutan usaha dalam jangka panjang. Selain itu, bisnis BI FUEL berbasis sociopreneur sehingga tujuan bisnis tidak semata-mata hanya profit atau keuntungan materi, namun juga kesejahteraan nelayan kecil.

Lebih lanjut, Shabrina menjelaskan, BI FUEL menjual biodiesel kepada nelayan dengan harga di bawah pasar yakni Rp5.150 per liter. sedangkan kepada non nelayan Rp9.300 per liter.

Baca juga: UI Universitas Terbaik versi QS Graduate Employability Rankings 2022

“Kami memberikan harga berbeda karena banyak nelayan yang masih kesulitan menjangkau bahan bakar yang dirasa mahal,” papar Rifda Sajida, anggota tim BI FUEL dari Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian IPB University.

Peran dari dosen pendamping sangat besar, tidak hanya sekadar memberikan support dalam hal konsultasi materi lomba, tetapi juga selalu memberi dukungan motivasi dan semangat. Tim BI FUEL mendapat bimbingan dari Dr Burhanuddin, dosen Departemen Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University. Selain itu, tim BI FUEL juga didampingi oleh beberapa dosen lain seperti Prof Erliza Hambali, Dr Feryanto, Dr Anna Fariyanti, dan Suhendi, MM.

Dr Burhanuddin selaku dosen pembimbing utama menyebutkan, BI FUEL menjadi solusi bagi lingkungan, mengurangi pencemaran air, serta memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan baku utama. Dengan demikian, BI FUEL merupakan energi yang ramah lingkungan tanpa menyebabkan polusi.



“Gagasan BI FUEL sendiri unik karena mengintegrasikan kolaborasi di hulu dan hilir yang menghubungkan bisnis aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara bersamaan. Prosesnya banyak melibatkan komponen masyarakat, sehingga merupakan bisnis yang prospektif dan layak dioperasikan,” ujar Dr Burhanuddin.
(mpw)
TULIS KOMENTAR ANDA!