Tokoh Sejarah Ajak Generasi Muda Amalkan Nilai-nilai Pancasila yang Mulai Terkikis
Selasa, 12 Oktober 2021 - 21:34 WIB
loading...
A
A
A
“Strategi pembelajaran yang bisa digunakan oleh guru sejarah adalah model blanded melalui penggunaan ragam metode dan media pembelajaran yang aktif, menyenangkan, serta bermakna,” kata alumni Prodi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ angkatan 2014 tersebut.
Baca juga: Biografi Ki Hajar Dewantara: Diasingkan ke Belanda, Tanggal Lahirnya Diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional
Dia melanjutkan, sejarah bisa ditampilkan melalui berbagai cara mulai dari pembuatan infografis, videografis, maket, poadcast, film, novel, komik, dan pameran. Informasi kesejarahan juga tidak hanya terpaku dari buku teks, melainkan sumber-sumber lain seperti buku referensi, jurnal ilmiah, surat kabar, dan arsip.
Bahkan di tengah perkembangan digital informasi kesejarahan juga bisa diperoleh dari internet dan media sosial. “Nilai-nilai Pancasila yang digali dari para pendiri bangsa harus bisa dikemas secara menarik melalui sentuhan teknologi animasi kekinian seperti penggunaan augmented reality (AR) dan Artificial Intellegence (AI) yang juga dikampanyekan secara aktif melalui media social,” terangnya.
Selain itu, lanjut Sumardiansyah, faktor keteladanan yang hadir dari lingkungan sekitar generasi muda yang memberikan contoh praktik Pancasila dalam tindakan, merupakan kunci dari pengarusutamaan Pancasila dalam kehidupan generasi muda Indonesia.
Baca juga: Biografi Ki Hajar Dewantara: Diasingkan ke Belanda, Tanggal Lahirnya Diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional
Dia melanjutkan, sejarah bisa ditampilkan melalui berbagai cara mulai dari pembuatan infografis, videografis, maket, poadcast, film, novel, komik, dan pameran. Informasi kesejarahan juga tidak hanya terpaku dari buku teks, melainkan sumber-sumber lain seperti buku referensi, jurnal ilmiah, surat kabar, dan arsip.
Bahkan di tengah perkembangan digital informasi kesejarahan juga bisa diperoleh dari internet dan media sosial. “Nilai-nilai Pancasila yang digali dari para pendiri bangsa harus bisa dikemas secara menarik melalui sentuhan teknologi animasi kekinian seperti penggunaan augmented reality (AR) dan Artificial Intellegence (AI) yang juga dikampanyekan secara aktif melalui media social,” terangnya.
Selain itu, lanjut Sumardiansyah, faktor keteladanan yang hadir dari lingkungan sekitar generasi muda yang memberikan contoh praktik Pancasila dalam tindakan, merupakan kunci dari pengarusutamaan Pancasila dalam kehidupan generasi muda Indonesia.
Lihat Juga :