Zezen, Dosen FSH UIN Jakarta Raih Gelar Doktor Hukum di UCLA School of Law
Sabtu, 16 Oktober 2021 - 22:11 WIB
loading...
A
A
A
Jadi meski disertasinya terfokus pada isu pembatasan penggunaan kekerasan (the limitation on the use of violence), disertasi Ang Zen juga turut masuk ke pusaran utama perdebatan hukum Islam awal. Ini terutama terkait asal-usul dan perkembangan hukum Islam sebagaimana didiskusikan oleh para sarjana dan orientalis seperti Joseph Schacht dan lain-lain.
“Ketika sidang, dua pendekatan metodologi itu yang dikejar ketiga penguji. Mereka sangat tertarik, tapi sekaligus bersikap sangat kritis. Alasannya mereka mau saya memperkuat dua aspek kebaruan ini agar solid. Karena itu justru ‘mutiara’ dari disertasi saya. Tapi meskipun begitu alhamdulillah sidang berjalan sangat produktif dan hangat. Juga ketiga pembimbing sangat puas,” tuturnya.
Lebih jauh, Ang Zen mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya atas dukungan banyak pihak. Ia menilai, diterima kuliah di kampus UCLA merupakan kesempatan emas yang jarang didapatkan banyak sarjana Indonesia.
Di lingkungan UIN Jakarta sendiri, hanya ada dua Profesor senior yang tercatat kuliah di kampus tersebut, yaitu Profesor Din Syamsuddin dan Profesor Atho Mudzhar. Dengan begitu, Ang Zen berharap bisa meneruskan pengabdian akademik para profesor hukum UIN Jakarta selama ini.
“Saya ini adalah penerus dosen-dosen senior UIN seperti Prof. Din Syamsuddin, Prof. Atho Muzhar yang sekolah di UCLA. Jadi memang regenerasinya lumayan lambat. Setelah generasi beliau, tidak ada lagi yang sekolah di UCLA dari UIN Jakarta selain saya,” tuturnya.
Di akhir wawancara, Ang Zen mendorong para mahasiswa dan dosen di lingkungan UIN Jakarta untuk turut merasakan iklim akademik di UCLA dengan melanjutkan pendidikan di sana. Terlebih selain beasiswa dari berbagai pemberi dana beasiswa internasional, Pemerintah Indonesia juga menawarkan program beasiswa Program 5000 Doktor dari Kementerian Agama dan Beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan bagi peminat kuliah di kampus-kampus terbaik dunia.
“Ketika sidang, dua pendekatan metodologi itu yang dikejar ketiga penguji. Mereka sangat tertarik, tapi sekaligus bersikap sangat kritis. Alasannya mereka mau saya memperkuat dua aspek kebaruan ini agar solid. Karena itu justru ‘mutiara’ dari disertasi saya. Tapi meskipun begitu alhamdulillah sidang berjalan sangat produktif dan hangat. Juga ketiga pembimbing sangat puas,” tuturnya.
Lebih jauh, Ang Zen mengungkapkan rasa syukur dan terimakasihnya atas dukungan banyak pihak. Ia menilai, diterima kuliah di kampus UCLA merupakan kesempatan emas yang jarang didapatkan banyak sarjana Indonesia.
Di lingkungan UIN Jakarta sendiri, hanya ada dua Profesor senior yang tercatat kuliah di kampus tersebut, yaitu Profesor Din Syamsuddin dan Profesor Atho Mudzhar. Dengan begitu, Ang Zen berharap bisa meneruskan pengabdian akademik para profesor hukum UIN Jakarta selama ini.
“Saya ini adalah penerus dosen-dosen senior UIN seperti Prof. Din Syamsuddin, Prof. Atho Muzhar yang sekolah di UCLA. Jadi memang regenerasinya lumayan lambat. Setelah generasi beliau, tidak ada lagi yang sekolah di UCLA dari UIN Jakarta selain saya,” tuturnya.
Di akhir wawancara, Ang Zen mendorong para mahasiswa dan dosen di lingkungan UIN Jakarta untuk turut merasakan iklim akademik di UCLA dengan melanjutkan pendidikan di sana. Terlebih selain beasiswa dari berbagai pemberi dana beasiswa internasional, Pemerintah Indonesia juga menawarkan program beasiswa Program 5000 Doktor dari Kementerian Agama dan Beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan bagi peminat kuliah di kampus-kampus terbaik dunia.
(mpw)
Lihat Juga :