Achmad Syafiuddin, Dosen Unusa yang Masuk Daftar Ilmuwan Top Dunia
Selasa, 26 Oktober 2021 - 21:43 WIB
loading...
A
A
A
Dosen di Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan UNUSA ini mengungkapkan, jika dirinya termasuk antara yang paling junior dari deretan 58 ilmuwan asal Indonesia. “Saya termasuk yang paling junior, karena yang masuk daftar di sana adalah para ilmuwan senior dari beberapa kampus ternama di Indonesia,” kata doktor lulusan dari Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Baca juga: 6 Jenis Profesi Jurusan IPA dengan Gaji Ratusan Juta
Syafiuddin yang sekarang juga menjabat sebagai Ketua LPPM UNUSA ini menduga, tercatatnya dirinya dalam daftar tersebut karena ia fokus menerbitkan artikel di jurnal jurnal internasional bereputasi dan berimpak tinggi.
Selain itu, ada salah satu tulisannya yang terbit di Journal of the Chinese Chemical Society, Wiley yang dinobatkan sebagai artikel yang paling banyak disitasi di jurnal bergengsi tersebut: https://onlinelibrary.wiley.com/journal/21926549?tabActivePane=undefined.
Apa yang selama ini ditulis dan ditekuni oleh Syafiuddin? “Saya banyak meneliti tentang kesehatan lingkungan, khususnya di bioremediasi polusi air yang memfokuskan pada penggunaan bahan-bahan alami dalam upaya mengurangi kandungan polusi di dalam air,” kata Syafiuddin yang juga merupakan penerima beasiswa Bidik Misi 2010.
Baca juga: 6 Jenis Profesi Jurusan IPA dengan Gaji Ratusan Juta
Syafiuddin yang sekarang juga menjabat sebagai Ketua LPPM UNUSA ini menduga, tercatatnya dirinya dalam daftar tersebut karena ia fokus menerbitkan artikel di jurnal jurnal internasional bereputasi dan berimpak tinggi.
Selain itu, ada salah satu tulisannya yang terbit di Journal of the Chinese Chemical Society, Wiley yang dinobatkan sebagai artikel yang paling banyak disitasi di jurnal bergengsi tersebut: https://onlinelibrary.wiley.com/journal/21926549?tabActivePane=undefined.
Apa yang selama ini ditulis dan ditekuni oleh Syafiuddin? “Saya banyak meneliti tentang kesehatan lingkungan, khususnya di bioremediasi polusi air yang memfokuskan pada penggunaan bahan-bahan alami dalam upaya mengurangi kandungan polusi di dalam air,” kata Syafiuddin yang juga merupakan penerima beasiswa Bidik Misi 2010.
(mpw)
Lihat Juga :