Mahasiswi dengan IPK 2 Koma Lolos Beasiswa LPDP ke Inggris, Ini Rahasianya
Selasa, 16 November 2021 - 12:13 WIB
loading...
A
A
A
Misalnya, dia mencontohkan, ketika menjadi mahasiswa apa saja kegiatan yang pernah dilakukan. Contohnya menjadi relawan mengajar atau mengikuti pelatihan dibidang pendidikan lainnya.
Selanjutnya, tutur Wirda, tulis juga tema skripsi yang ditulis. Misalkan temanya tentang pengajaran atau bidang lainnya dan apa jurusan yang diambil selama kuliah S1.
Kemudian, lanjutnya, jika diterima menjadi mahasiswa pascasarjana atau S2 ingin melakukan riset apa dan kemudian tulis secara jelas apa yang akan dilakukan setelah lulus nanti.
"Jadi tinggal meruntutkan, tinggal mengambil benang merah dari apa yang pernah kita lakukan, kegiatan apa yang pernah kita lakukan, skripsi kita dulu apa terus jurusan yang kita ambil lalu riset apa yang akan kita lakukan saat S2 nanti dan setelah itu apa yang mau dilakukan," ujarnya.
"Jadi beberapa point ini bisa kita sambungkan di motivation letter biar bisa menjadi tulisan yang runtut. Jadi kita melakukan hal-hal itu tidak asal melakukan tapi ada alasannya," pungkasnya.
Selanjutnya, tutur Wirda, tulis juga tema skripsi yang ditulis. Misalkan temanya tentang pengajaran atau bidang lainnya dan apa jurusan yang diambil selama kuliah S1.
Kemudian, lanjutnya, jika diterima menjadi mahasiswa pascasarjana atau S2 ingin melakukan riset apa dan kemudian tulis secara jelas apa yang akan dilakukan setelah lulus nanti.
"Jadi tinggal meruntutkan, tinggal mengambil benang merah dari apa yang pernah kita lakukan, kegiatan apa yang pernah kita lakukan, skripsi kita dulu apa terus jurusan yang kita ambil lalu riset apa yang akan kita lakukan saat S2 nanti dan setelah itu apa yang mau dilakukan," ujarnya.
"Jadi beberapa point ini bisa kita sambungkan di motivation letter biar bisa menjadi tulisan yang runtut. Jadi kita melakukan hal-hal itu tidak asal melakukan tapi ada alasannya," pungkasnya.
(mpw)
Lihat Juga :