Tambah 3, ITS Genapi Jumlah 145 Profesor
Jum'at, 26 November 2021 - 09:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Berapakah Gaji dan Tunjangan yang Dihasilkan Profesor di Indonesia
Selanjutnya Prof Drs Mahmud Mustain MSc PhD yang membawakan orasi ilmiahnya yang bertopik Perubahan Garis Pantai Paska Semburan Lumpur Panas Porong-Sidoarjo.
Dalam orasinya, guru besar ITS ke-144 ini mengatakan bahwa semburan lumpur yang telah berlangsung lebih dari 15 tahun ini sudah tidak ada upaya yang dapat menghentikannya. “Upaya beralih pada pengaturan terhadap limpahan lumpur,” jelasnya.
Lebih dalam, Mahmud Mustain menjelaskan bahwa penelitian yang telah berlangsung selama tiga tahun ini memberikan solusi komprehensif terhadap fenomena semburan lumpur panas Sidoarjo dalam hal kerusakan lingkungan fisik.
Solusi ini berupa konsep manajemen pengelolaan wilayah pantai serta konsep rehabilitasi wilayah pantai akibat kerusakan lingkungan fisik. “Upaya ini untuk menentukan formula baru yang lebih sesuai dalam menentukan model perubahan garis pantai lokal,” tutur lelaki kelahiran Lamongan, 5 Agustus 1961 ini.
Orasi ilmiah terakhir dibawakan oleh Prof Dr Ir Kuntjoro MT dengan topik Peran Sungai sebagai Infrastruktur Penyelaras Alam. Guru besar ITS ke-145 ini menyampaikan bahwa semakin majunya peradaban manusia seharusnya banjir dan kekeringan bisa diantisipasi dengan baik.
Selanjutnya Prof Drs Mahmud Mustain MSc PhD yang membawakan orasi ilmiahnya yang bertopik Perubahan Garis Pantai Paska Semburan Lumpur Panas Porong-Sidoarjo.
Dalam orasinya, guru besar ITS ke-144 ini mengatakan bahwa semburan lumpur yang telah berlangsung lebih dari 15 tahun ini sudah tidak ada upaya yang dapat menghentikannya. “Upaya beralih pada pengaturan terhadap limpahan lumpur,” jelasnya.
Lebih dalam, Mahmud Mustain menjelaskan bahwa penelitian yang telah berlangsung selama tiga tahun ini memberikan solusi komprehensif terhadap fenomena semburan lumpur panas Sidoarjo dalam hal kerusakan lingkungan fisik.
Solusi ini berupa konsep manajemen pengelolaan wilayah pantai serta konsep rehabilitasi wilayah pantai akibat kerusakan lingkungan fisik. “Upaya ini untuk menentukan formula baru yang lebih sesuai dalam menentukan model perubahan garis pantai lokal,” tutur lelaki kelahiran Lamongan, 5 Agustus 1961 ini.
Orasi ilmiah terakhir dibawakan oleh Prof Dr Ir Kuntjoro MT dengan topik Peran Sungai sebagai Infrastruktur Penyelaras Alam. Guru besar ITS ke-145 ini menyampaikan bahwa semakin majunya peradaban manusia seharusnya banjir dan kekeringan bisa diantisipasi dengan baik.
Lihat Juga :