Kemendikbudristek Tunjuk 5 Politeknik pada Program Menara Vokasi
Selasa, 07 Desember 2021 - 18:19 WIB
loading...
A
A
A
“Vokasi tidak mungkin berjalan sendiri. Link and match, untuk bisa link mungkin tidak sulit, tapi untuk match ini masih menjadi tantangan. Kita harus tinggalkan cara tradisional, jangan kita mendidik dengan keyakinan sendiri yang ternyata sudah tidak relevan dengan kebutuhan industri yang kebaruannya begitu cepat,” katanya, Selasa (7/12/2021).
Baca juga: 4 Tips Bikin Portofolio Keren untuk Melamar Kerja
Fokus pembentukan akselerator daerah sendiri mengacu pada program destinasi super prioritas dan pembangunan ekonomi di kawasan 3T. Seperti Toba, Sumatera Utara dan Labuan Bajo yang membutuhkan SDM terampil untuk pengembangan kawasan wisata. Peluang ini dapat diisi lulusan vokasi putra-putri daerah setempat.
Wikan juga mengungkapkan, dukungan dan komitmen dari pemda sangatlah penting terutama dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan. Ia mencontohkan kemitraan yang dibangun oleh Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan beberapa industri yang bekerja sama dalam pembuatan program studi di kampus cabang PNUP di Kolaka.
“Dari pembuatan prodi kemudian menyusun kurikulumnya juga bersama. Kita harus punya mindset bahwa yang dibutuhkan oleh industri adalah lulusan vokasi yang siap kerja dan mampu mengerjakan pekerjaan, bukan sekadar lulus mendapat ijazah,” jelasnya.
Baca juga: 4 Tips Bikin Portofolio Keren untuk Melamar Kerja
Fokus pembentukan akselerator daerah sendiri mengacu pada program destinasi super prioritas dan pembangunan ekonomi di kawasan 3T. Seperti Toba, Sumatera Utara dan Labuan Bajo yang membutuhkan SDM terampil untuk pengembangan kawasan wisata. Peluang ini dapat diisi lulusan vokasi putra-putri daerah setempat.
Wikan juga mengungkapkan, dukungan dan komitmen dari pemda sangatlah penting terutama dalam mengatasi persoalan ketenagakerjaan. Ia mencontohkan kemitraan yang dibangun oleh Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) dan beberapa industri yang bekerja sama dalam pembuatan program studi di kampus cabang PNUP di Kolaka.
“Dari pembuatan prodi kemudian menyusun kurikulumnya juga bersama. Kita harus punya mindset bahwa yang dibutuhkan oleh industri adalah lulusan vokasi yang siap kerja dan mampu mengerjakan pekerjaan, bukan sekadar lulus mendapat ijazah,” jelasnya.
Lihat Juga :