Teliti Limbah Batik, Siswa MAN 4 Bantul Juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional
Kamis, 09 Desember 2021 - 09:32 WIB
loading...
Siswa MAN 4 Bantul meraih juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) 2021. Foto/Dok/MAN 4 Bantul
A
A
A
JAKARTA - Siswa MAN 4 Bantul meraih juara 1 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) 2021. Pengumuman pemenang disampaikan oleh panitia secara online melalui Instagram, Senin (6/12/2021).
Dalam kompetisi yang digelar di Universitas Pekalongan ini, dua anggota tim riset MAN 4 Bantul yaitu Avivah Dwi Apriani (11 Mipa 2) dan Nailil Khilma (10 Mipa 1), meneliti tentang teknologi pengolahan limbah batik yang aplikatif.
Baca juga: Keren, Siswa Madrasah Ini Juarai Robotic Asian Junior Robotcup 2021 di Thailand
Penelitian ini berangkat dari keresahan mereka saat melihat tempat produksi batik rumahan di Yogyakarta banyak membuang limbah tinta tanpa melalui pengolahan. "Kami ingin berkontribusi positif agar limbah seperti ini tidak mencemari lingkungan," kata Avivah Dwi Apriani.
Industri batik Yogyakarta merupakan pabrik rumahan yang memproduksi batik dalam skala rumah tangga, misalnya di Kampung Batik Giriloyo.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produsen rumahan batik sebagian masih membuang limbahnya secara langsung ke sungai, sebagian lagi membuangnya dalam sumur tanpa filtrasi. Namun ada pula yang telah memiliki tempat pembuangan yang memenuhi standar.
Baca juga: Dirjen Pendis: Pembentukan Ditjen Pesantren untuk Akomodir Kepentingan Pesantren
Dalam kompetisi yang digelar di Universitas Pekalongan ini, dua anggota tim riset MAN 4 Bantul yaitu Avivah Dwi Apriani (11 Mipa 2) dan Nailil Khilma (10 Mipa 1), meneliti tentang teknologi pengolahan limbah batik yang aplikatif.
Baca juga: Keren, Siswa Madrasah Ini Juarai Robotic Asian Junior Robotcup 2021 di Thailand
Penelitian ini berangkat dari keresahan mereka saat melihat tempat produksi batik rumahan di Yogyakarta banyak membuang limbah tinta tanpa melalui pengolahan. "Kami ingin berkontribusi positif agar limbah seperti ini tidak mencemari lingkungan," kata Avivah Dwi Apriani.
Industri batik Yogyakarta merupakan pabrik rumahan yang memproduksi batik dalam skala rumah tangga, misalnya di Kampung Batik Giriloyo.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produsen rumahan batik sebagian masih membuang limbahnya secara langsung ke sungai, sebagian lagi membuangnya dalam sumur tanpa filtrasi. Namun ada pula yang telah memiliki tempat pembuangan yang memenuhi standar.
Baca juga: Dirjen Pendis: Pembentukan Ditjen Pesantren untuk Akomodir Kepentingan Pesantren
Lihat Juga :