Vokasi UI Kenalkan Aplikasi Deteksi Gangguan Kesehatan Mental Tunarungu
Senin, 13 Desember 2021 - 11:15 WIB
loading...
Pengenalan aplikasi Ugamax. Foto/Dok UI
A
A
A
JAKARTA - Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia (UI) memberi edukasi tentang 'Deteksi Dini Gangguan Mental Pada Anak' melalui 3 rangkaian kegiatan dan pengenalan aplikasi karya mahasiswa.
Rangkaian kegiatan itu dilakukan pada November-Desember 2021 yang diketuai Dosen Program Studi Administrasi Rumah Sakit Ari Nurfikri. Ketiga rangkaian kegiatan itu adalah Pendampingan Guru dan Orang Tua Siswa Dalam Mendeteksi Secara Dini Gangguan Kesehatan Mental Pada Anak Tunarungu di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 11 Jakarta.
Baca juga: LTMPT: Siswa Diterima SNMPTN Tak Diizinkan Mendaftar Lagi di SBMPTN
Kemudian Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Mental pada Anak di Masa Pandemi Covid-19, serta Evaluasi Pemahaman terhadap proses deteksi. Pada rangkaian kegiatan tersebut juga diperkenalkan Aplikasi Bonding.
Yaitu sebuah prototype aplikasi dengan fitur screening yang dapat mendeteksi gangguan kesehatan mental pada anak tunarungu. Permainan Ular Tangga Max (Ugamax) juga diperkenalkan sebagai medium untuk mendekatkan anak tunarungu dengan orang tuanya.
Rangkaian kegiatan itu dilakukan pada November-Desember 2021 yang diketuai Dosen Program Studi Administrasi Rumah Sakit Ari Nurfikri. Ketiga rangkaian kegiatan itu adalah Pendampingan Guru dan Orang Tua Siswa Dalam Mendeteksi Secara Dini Gangguan Kesehatan Mental Pada Anak Tunarungu di Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 11 Jakarta.
Baca juga: LTMPT: Siswa Diterima SNMPTN Tak Diizinkan Mendaftar Lagi di SBMPTN
Kemudian Deteksi Dini Gangguan Kesehatan Mental pada Anak di Masa Pandemi Covid-19, serta Evaluasi Pemahaman terhadap proses deteksi. Pada rangkaian kegiatan tersebut juga diperkenalkan Aplikasi Bonding.
Yaitu sebuah prototype aplikasi dengan fitur screening yang dapat mendeteksi gangguan kesehatan mental pada anak tunarungu. Permainan Ular Tangga Max (Ugamax) juga diperkenalkan sebagai medium untuk mendekatkan anak tunarungu dengan orang tuanya.
Lihat Juga :