Riset UNY, Tanaman Herbal Ini Ampuh Musnahkan Larva Nyamuk Penyebab DBD
Jum'at, 07 Januari 2022 - 19:54 WIB
loading...
Larva nyamuk Aedes Aegypti peyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Demam Berdarah Dengue ( DBD ) merupakan penyakit yang banyak ditemukan di sebagian besar wilayah tropis dan subtropis. Upaya paling efektif untuk memutus mata rantai penularan DBD adalah dengan membasmi larva nyamuk Aedes aegypti.
Selama ini, larva dibasmi menggunakan larvasida seperti Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT), etil heksanol, temefos, dan berbagai senyawa sintetik lainnya yang dalam konsentrasi tinggi dapat membahayakan lingkungan.
Baca juga: FIB UNDIP Siapkan 5 Prodi Masuk Akreditasi Internasional di 2022
Sekelompok mahasiswa Fakultas MIPA melakukan penelitian bahwa penggunaan ekstrak rimpang lengkuas dapat digunakan sebagai bioreduktor untuk membasmi nyamuk tersebut.
Mereka adalah Yasinta Dwi Salsabila dan Mia Luvita Sari prodi pendidikan kimia, Intan Tri Wahyuni prodi pendidikan biologi, Intan Damayanti prodi fisika dan Mifta Fajarwati prodi kimia.
Menurut Yasinta Dwi Salsabila, lengkuas adalah herbal rhizomatous yang tumbuh kokoh dengan membentuk rumpun besar dan tinggi mencapai 3 meter.
Baca juga: UGM Rancang Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Kebakaran Hutan
Selama ini, larva dibasmi menggunakan larvasida seperti Dichloro Diphenyl Trichloroethane (DDT), etil heksanol, temefos, dan berbagai senyawa sintetik lainnya yang dalam konsentrasi tinggi dapat membahayakan lingkungan.
Baca juga: FIB UNDIP Siapkan 5 Prodi Masuk Akreditasi Internasional di 2022
Sekelompok mahasiswa Fakultas MIPA melakukan penelitian bahwa penggunaan ekstrak rimpang lengkuas dapat digunakan sebagai bioreduktor untuk membasmi nyamuk tersebut.
Mereka adalah Yasinta Dwi Salsabila dan Mia Luvita Sari prodi pendidikan kimia, Intan Tri Wahyuni prodi pendidikan biologi, Intan Damayanti prodi fisika dan Mifta Fajarwati prodi kimia.
Menurut Yasinta Dwi Salsabila, lengkuas adalah herbal rhizomatous yang tumbuh kokoh dengan membentuk rumpun besar dan tinggi mencapai 3 meter.
Baca juga: UGM Rancang Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Kebakaran Hutan
Lihat Juga :