Berkarya di Masa Pandemi, Mahasiswa LSPR Kembali Gelar PAC Festival dan Teater
Selasa, 01 Februari 2022 - 12:31 WIB
loading...
A
A
A
Namun terdapat beberapa perbedaan yang menarik pada gelaran tahun ini, karena diperuntukan sebagai pertunjukan virtual, mahasiswa juga diasah untuk dapat mengerti bagaimana teknik pengambilan gambar dengan kamera profesional dan memperindah hasil melalui editing.
Ada pun penentuan tema cerita dan genre yang diusung oleh masing-masing kelas memiliki keragaman, beberapa di antaranya menggunakan cerita modern dan tradisional.
Sejak awal, gelaran kegiatan ini selalu menarik perhatian audiens, baik internal maupun eksternal LSPR. Meskipun gelaran pada tahun ini dilakukan secara virtual, tidak menurunkan antusiasme penonton untuk menyaksikan hasil karya dari mahasiswa/i LSPR.
Pada 2008 saat menggelar The 4th LSPR Theatre Festival, LSPR memecahkan rekor Produksi Teater Terpanjang dan menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
“Tujuan mata kuliah ini agar mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam berkarya, pengalaman dalam menciptakan konsep karya, pengalaman ber-estetika dan pengalaman untuk merasakan fungsi pendidikan seni bagi kehidupan dan bekerja dalam tim,” jelas Dekan Fakultas komunikasi, Mikhael Yulius Cobis.
![Berkarya di Masa Pandemi, Mahasiswa LSPR Kembali Gelar PAC Festival dan Teater]()
Ia menguraikan, bahwa melalui produksi teater, mahasiswa bukan hanya belajar tampil dengan percaya diri di hadapan publik, namun juga mendapatkan pengalaman menghadapi banyak karakter dan peran yang merefleksikan atau akan diaplikasikan dalam kehidupan nyata.
“Karena sesungguhnya setiap orang adalah aktor dalam drama kehidupannya masing-masing. Untuk menjadi aktor kehidupan yang sukses, maka seseorang harus memiliki kemampuan komunikasi, sehingga dapat menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata atau gerakan,” papar Mikhael.
Dr. Sri Ulya Suskarwati selaku Head of Undergraduate Program in Communication, menyatakan bahwa salah satu yang khas dalam kurikulum LSPR Institut adalah menyampaikan pesan komunikasi melalui pertunjukan seni.
Ada pun penentuan tema cerita dan genre yang diusung oleh masing-masing kelas memiliki keragaman, beberapa di antaranya menggunakan cerita modern dan tradisional.
Sejak awal, gelaran kegiatan ini selalu menarik perhatian audiens, baik internal maupun eksternal LSPR. Meskipun gelaran pada tahun ini dilakukan secara virtual, tidak menurunkan antusiasme penonton untuk menyaksikan hasil karya dari mahasiswa/i LSPR.
Pada 2008 saat menggelar The 4th LSPR Theatre Festival, LSPR memecahkan rekor Produksi Teater Terpanjang dan menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI).
“Tujuan mata kuliah ini agar mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam berkarya, pengalaman dalam menciptakan konsep karya, pengalaman ber-estetika dan pengalaman untuk merasakan fungsi pendidikan seni bagi kehidupan dan bekerja dalam tim,” jelas Dekan Fakultas komunikasi, Mikhael Yulius Cobis.

Ia menguraikan, bahwa melalui produksi teater, mahasiswa bukan hanya belajar tampil dengan percaya diri di hadapan publik, namun juga mendapatkan pengalaman menghadapi banyak karakter dan peran yang merefleksikan atau akan diaplikasikan dalam kehidupan nyata.
“Karena sesungguhnya setiap orang adalah aktor dalam drama kehidupannya masing-masing. Untuk menjadi aktor kehidupan yang sukses, maka seseorang harus memiliki kemampuan komunikasi, sehingga dapat menyampaikan pesan dalam bentuk kata-kata atau gerakan,” papar Mikhael.
Dr. Sri Ulya Suskarwati selaku Head of Undergraduate Program in Communication, menyatakan bahwa salah satu yang khas dalam kurikulum LSPR Institut adalah menyampaikan pesan komunikasi melalui pertunjukan seni.
Lihat Juga :