Sederet Pejabat Tinggi Lulusan ITS, Nomor 1 Digadang-gadang Jadi Pengganti Anies
Kamis, 03 Februari 2022 - 19:13 WIB
loading...
A
A
A
Mohammad Nuh merupakan anak pendiri Pondok Pesantren Gununganyar Surabaya H Muchamad Nabhani yang lahir pada 17 Juni 1959. Dia melanjutkan studi di Jurusan Elektro ITS dan lulus pada 1983.
Awal kariernya dimulai sebagai dosen Teknik Elektro ITS pada 1984. Ia kemudian mendapat beasiswa menempuh magister di Universite Science et Technique du Languedoc (USTL) Montpellier, Prancis. Mohammad Nuh juga melanjutkan studi S3 di universitas tersebut.
Pada 1997, Mohammad Nuh diangkat menjadi Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS. Berkat lobi dan kepemimpinannya, PENS menjadi rekanan tepercaya Japan Industrial Cooperation Agency (JICA) sejak 1990.
Pada 15 Februari 2003, Mohammad Nuh dikukuhkan sebagai Rektor ITS dan menjadi rector termuda ITS. Pada tahun yang sama, Nuh dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) bidang ilmu Digital Control System dengan spesialisasi Sistem Rekayasa Biomedika.
Pada 2007, dia diangkat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pada periode kedua kepemimpinan SBY, Muhammad Nuh dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Saat ini dia menjabat sebagai Ketua Dewan Pers Indonesia periode 2019-2022.
5. Rektor ITS Mochammad Ashari
Prof.Dr.Ir.MochamadAshari,M.Eng. lahir di Sidoarjo, 12 Oktober 1965. Menempuh pendidikan S1 Teknik Elektro di ITS dan lulus pada 1989, kemudian melanjutkan pendidikan S2 Teknik Elektro di Curtin University Australia tahun 1997 dan terakhir melanjutkan pendidikan S3 Teknik Elektro di Curtin University Australia tahun 2002.
Riwayat karier Ashari pernah menjadi Rektor Universitas Telkom, yakni Mengelola universitas baru (Universitas Telkom) hasil penggabungan 4 perguruan tinggi pada tahun 2013-2018. Ketua FORTEI (Forum PT Teknik Elektro Indonesia) 2010-2012. Wakil Ketua FORTEI 2007-2010. Sekretaris Senat ITS 2011-2013 dan Ketua Jurusan T Elektro ITS 2003-2011.
Rektor ITS periode 2019-2024 ini juga telah meraih beberapa penghargaan. Di antaranya, Rektor Inspiratif yang diberikan oleh Majalah Man Obsession 2007, Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dan Satyalancana Karya Satya 15 tahun.
Di masa kepemimpinanya juga ITS berhasil meraih penghargaan sebagai terbaik pertama Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) dari Kemenristekdikti pada 2019.
Pada tahun yang sama pula, untuk kali pertama ITS berhasil menyandingkan namanya dengan jajaran universitas dunia dalam Times Higher Education World University Ranking (THE) 2019 dan juga juara lain yang diperoleh mahasiswanya di tingkat dunia.
Awal kariernya dimulai sebagai dosen Teknik Elektro ITS pada 1984. Ia kemudian mendapat beasiswa menempuh magister di Universite Science et Technique du Languedoc (USTL) Montpellier, Prancis. Mohammad Nuh juga melanjutkan studi S3 di universitas tersebut.
Pada 1997, Mohammad Nuh diangkat menjadi Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) ITS. Berkat lobi dan kepemimpinannya, PENS menjadi rekanan tepercaya Japan Industrial Cooperation Agency (JICA) sejak 1990.
Pada 15 Februari 2003, Mohammad Nuh dikukuhkan sebagai Rektor ITS dan menjadi rector termuda ITS. Pada tahun yang sama, Nuh dikukuhkan sebagai guru besar (profesor) bidang ilmu Digital Control System dengan spesialisasi Sistem Rekayasa Biomedika.
Pada 2007, dia diangkat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pada periode kedua kepemimpinan SBY, Muhammad Nuh dipercaya menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Saat ini dia menjabat sebagai Ketua Dewan Pers Indonesia periode 2019-2022.
5. Rektor ITS Mochammad Ashari
Prof.Dr.Ir.MochamadAshari,M.Eng. lahir di Sidoarjo, 12 Oktober 1965. Menempuh pendidikan S1 Teknik Elektro di ITS dan lulus pada 1989, kemudian melanjutkan pendidikan S2 Teknik Elektro di Curtin University Australia tahun 1997 dan terakhir melanjutkan pendidikan S3 Teknik Elektro di Curtin University Australia tahun 2002.
Riwayat karier Ashari pernah menjadi Rektor Universitas Telkom, yakni Mengelola universitas baru (Universitas Telkom) hasil penggabungan 4 perguruan tinggi pada tahun 2013-2018. Ketua FORTEI (Forum PT Teknik Elektro Indonesia) 2010-2012. Wakil Ketua FORTEI 2007-2010. Sekretaris Senat ITS 2011-2013 dan Ketua Jurusan T Elektro ITS 2003-2011.
Rektor ITS periode 2019-2024 ini juga telah meraih beberapa penghargaan. Di antaranya, Rektor Inspiratif yang diberikan oleh Majalah Man Obsession 2007, Satyalancana Karya Satya 20 Tahun dan Satyalancana Karya Satya 15 tahun.
Di masa kepemimpinanya juga ITS berhasil meraih penghargaan sebagai terbaik pertama Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) dari Kemenristekdikti pada 2019.
Pada tahun yang sama pula, untuk kali pertama ITS berhasil menyandingkan namanya dengan jajaran universitas dunia dalam Times Higher Education World University Ranking (THE) 2019 dan juga juara lain yang diperoleh mahasiswanya di tingkat dunia.
(mpw)
Lihat Juga :