Omicron Meningkat, KPAI: 61% Orang Tua Siswa Tetap Minta Berlakukan PTM

Selasa, 08 Februari 2022 - 11:32 WIB
loading...
Omicron Meningkat, KPAI: 61% Orang Tua Siswa Tetap Minta Berlakukan PTM
Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolahnya. Foto/Dok/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI ) Retno Listyarti, telah melakukan survei singkat demi mengetahui persepsi orang tua terhadap Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Dalam survei-nya terhadap 1.209 responden dari beberapa daerah, Retno menemukan 61% orang tua setuju dengan keputusan PTM dan 39% tidak setuju.

Baca juga: SDN 09 Pagi Palmerah Terapkan PTM 50 Persen

"Responden yang menyetujui kebijakan PTM 100% berjumlah 61%, sedangkan yang tidak menyetujui kebijakan tersebut berjumlah 39%," ujar Retno dalam keterangan pers, Senin (7/2/2022) kemarin.

Retno menambahkan, meskipun jumlah yang menyetujui lebih kecil, namun pemerintah tidak boleh mengabaikan suara tersebut, justru suara merekalah yang perlu difasilitasi.

“Meskipun jumlah yang tidak menyetujui lebih kecil dari yang menyetujui kebijakan PTM 100%, namun Pemerintah tak boleh mengabaikan suara mereka. Kelompok ini yang harus difasilitasi," ucapnya.

Baca juga: Menag: Daerah PPKM Level 2 Dapat Gelar PTM dengan 50% Siswa

Adapun alasan orang tua peserta didik yang menyetujui PTM yang paling dominan dikarenakan ketidak efektifan belajar sebanyak 50%, diikuti kekhawatiran tentang gadget 28%, hingga anggapan penularan covid-19 bisa diminimalkan dengan protokol kesehatan 15% dan sebagainya.

“Data tersebut menunjukkan bahwa alasan para orang tua yang menyetujui PTM 100% meskipun kasus covid sedang meningkat adalah mengkhawatirkan “learning loss” pada anak-anak mereka," ungkap Retno.

Retno menilai, bagi para orang tua, pembelajaran jarak jauh (PJJ) untuk putra-putrinya tidaklah efektif.

"Karena mereka menilai PJJ kurang efektif sehingga anak-anak mereka menemui kesulitan memahami materi selama proses pembelajaran,” pungkasnya.
(mpw)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3723 seconds (11.97#12.26)