Kisah Menarik Mahasiwa ITB Penerima Beasiswa IISMA di Ceko
Kamis, 10 Februari 2022 - 15:40 WIB
loading...
A
A
A
Saat ditanya apakah ada gegar budaya (culture shock) saat baru awal belajar di Ceko, Angel menyatakan bahwa ia cukup kaget karena interaksi dosen dan murid di sana seperti interaksi dengan teman. Bahkan, katanya, murid memanggil dosen dengan sebutan nama saja, tidak ada sapaan bapak atau ibu seperti di Indonesia.
Lebih jauh, pembelajaran di sana banyak berbentuk diskusi dan menulis esai. Berbeda dengan metode pembelajaran Indonesia yang lebih banyak komunikasi satu arah dan jarang menulis esai. Maka dari itu, Angel harus bisa beradaptasi dengan cara belajarnya.
Selain perbedaan tersebut, Angel mengakui bahwa ia kesulitan dengan bahasanya karena banyak orang di sana yang tidak mengerti bahasa Inggris, terutama orang-orang yang sudah lanjut usia. Orang-orang di sana juga banyak yang bersifat dingin, tidak seramah orang Indonesia.
Kemudian, faktor cuaca yang berbeda jauh dengan Indonesia juga menuntut Angel untuk beradaptasi dengan suhu rendah. Namun, bagaimanapun ia senang karena telah mendapat banyak pengalaman dan pelajaran dari program IISMA ini.
Lebih jauh, pembelajaran di sana banyak berbentuk diskusi dan menulis esai. Berbeda dengan metode pembelajaran Indonesia yang lebih banyak komunikasi satu arah dan jarang menulis esai. Maka dari itu, Angel harus bisa beradaptasi dengan cara belajarnya.
Selain perbedaan tersebut, Angel mengakui bahwa ia kesulitan dengan bahasanya karena banyak orang di sana yang tidak mengerti bahasa Inggris, terutama orang-orang yang sudah lanjut usia. Orang-orang di sana juga banyak yang bersifat dingin, tidak seramah orang Indonesia.
Kemudian, faktor cuaca yang berbeda jauh dengan Indonesia juga menuntut Angel untuk beradaptasi dengan suhu rendah. Namun, bagaimanapun ia senang karena telah mendapat banyak pengalaman dan pelajaran dari program IISMA ini.
(nz)
Lihat Juga :