Raih Beasiswa IISMA, Mahasiwa ITB Bagikan Pengalamannya Kuliah di Inggris
Rabu, 02 Maret 2022 - 12:40 WIB
loading...
A
A
A
Ketika mendapat informasi mengenai IISMA dan menemukan program yang cocok, Jevon memutuskan untuk mengikuti tahapan seleksinya hingga akhirnya dinyatakan lolos.
Jevon memilih University of York karena ketertarikannya untuk studi di Inggris dan University of York merupakan salah satu universitas Russel Group yang menerima Duolingo English Test. Selain itu, minatnya dalam film Harry Potter juga turut menjadi alasan memilih universitas ini.
Di University of York, Jevon mengambil empat mata kuliah dengan total 60 kredit (setara 20 SKS), yaitu Intercultural Competency, Employability and Academic Skill, Foundations of Business Ethics, Management and Marketing of Technology, dan Innovation and Firm Competitiveness.
Selama di York, Jevon menemukan sejumlah gegar budaya mulai dari suhu dingin, makanan, hingga gaya belajar. Dia mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda sepanjang berkuliah di University of York.
Di mana pada sesi kuliah terdapat sesi seminar yang mengangkat kasus-kasus di dunia nyata. Kemudian para mahasiswa mendiskusikannya menggunakan materi yang telah diajarkan sebelumnya.
“Di Aktuaria, aku lebih sering bersinggungan dengan hal-hal kuantitatif dan pemrograman komputer, sedangkan di sana mata kuliah cenderung ke arah Manajemen dan Marketing yang penuh dengan jurnal ilmiah dan hal-hal kualitatif,” katanya melansir laman ITB, Rabu (2/3/2022).
Jevon memilih University of York karena ketertarikannya untuk studi di Inggris dan University of York merupakan salah satu universitas Russel Group yang menerima Duolingo English Test. Selain itu, minatnya dalam film Harry Potter juga turut menjadi alasan memilih universitas ini.
Di University of York, Jevon mengambil empat mata kuliah dengan total 60 kredit (setara 20 SKS), yaitu Intercultural Competency, Employability and Academic Skill, Foundations of Business Ethics, Management and Marketing of Technology, dan Innovation and Firm Competitiveness.
Selama di York, Jevon menemukan sejumlah gegar budaya mulai dari suhu dingin, makanan, hingga gaya belajar. Dia mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda sepanjang berkuliah di University of York.
Di mana pada sesi kuliah terdapat sesi seminar yang mengangkat kasus-kasus di dunia nyata. Kemudian para mahasiswa mendiskusikannya menggunakan materi yang telah diajarkan sebelumnya.
“Di Aktuaria, aku lebih sering bersinggungan dengan hal-hal kuantitatif dan pemrograman komputer, sedangkan di sana mata kuliah cenderung ke arah Manajemen dan Marketing yang penuh dengan jurnal ilmiah dan hal-hal kualitatif,” katanya melansir laman ITB, Rabu (2/3/2022).
Lihat Juga :