Kuatkan Kebudayaan Nasional, Kominfo dan Kemendikbudristek Gulirkan Gerakan Seniman Masuk Sekolah
Sabtu, 19 Maret 2022 - 16:12 WIB
loading...
A
A
A
Forum dihadiri oleh peserta meliputi Tim GSMS Kemendikbud serta siswa SMAN 1 dan SMPN 1 Surakarta sebanyak 50 secara daring maupun luring.
Acara ini sebagai satu upaya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang diharapkan mampu menginspirasi, memenuhi pendidikan anak seutuhnya, untuk membangun iklim sekolah yang menyenangkan, mengasyikkan, mencerdaskan, dan menguatkan.
"Keberlangsungan budaya lokal dan nasional menjadi tanggung jawab kita semua. Di rumah bertanggungjawab terhadap orangtua. Di sekolah bertanggungjawab kepada guru. Kecintaan terhadap budaya bisa ditubuhkan setiap menyampaikan pelajaran disisipkan nilai-nilai budaya lokal," kata Sutarmo.
Kegiatan GSMS diharapkan juga dapat menciptakan warga sekolah yang dapat mengapresiasi seni budaya yang ada di masyarakat. Menurut Kepala Sekolah SMAN 1 Surakarta Yusmar Setyobudi, mempertebal dan meyakini budaya Indonesia sangat beragam. "Seperti menghormati adat istiadat dan mengenali adat istiadat di Indonesia terutama, khususnya Surakarta lebih mengetahui budaya lokal, mengetahui unggah unggah dengan mempelajari karakter. Pilih teman yang bisa mencintai budaya serta bahasa yang baik untuk digunakan," katanya.
Acara ini juga diharapkan dapat membantu dan memfasilitasi keterbatasan sekolah dalam menghadirkan guru seni budaya yang selama ini menjadi kendala di satuan pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA/SMK. Gerakan Seniman Masuk Sekolah tahun 2022 dilaksanakan dengan target 250 sekolah dengan melibatkan 250 seniman, serta 2.500 siswa/siswi.
Acara ini sebagai satu upaya Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) yang diharapkan mampu menginspirasi, memenuhi pendidikan anak seutuhnya, untuk membangun iklim sekolah yang menyenangkan, mengasyikkan, mencerdaskan, dan menguatkan.
"Keberlangsungan budaya lokal dan nasional menjadi tanggung jawab kita semua. Di rumah bertanggungjawab terhadap orangtua. Di sekolah bertanggungjawab kepada guru. Kecintaan terhadap budaya bisa ditubuhkan setiap menyampaikan pelajaran disisipkan nilai-nilai budaya lokal," kata Sutarmo.
Kegiatan GSMS diharapkan juga dapat menciptakan warga sekolah yang dapat mengapresiasi seni budaya yang ada di masyarakat. Menurut Kepala Sekolah SMAN 1 Surakarta Yusmar Setyobudi, mempertebal dan meyakini budaya Indonesia sangat beragam. "Seperti menghormati adat istiadat dan mengenali adat istiadat di Indonesia terutama, khususnya Surakarta lebih mengetahui budaya lokal, mengetahui unggah unggah dengan mempelajari karakter. Pilih teman yang bisa mencintai budaya serta bahasa yang baik untuk digunakan," katanya.
Acara ini juga diharapkan dapat membantu dan memfasilitasi keterbatasan sekolah dalam menghadirkan guru seni budaya yang selama ini menjadi kendala di satuan pendidikan mulai dari SD, SMP, SMA/SMK. Gerakan Seniman Masuk Sekolah tahun 2022 dilaksanakan dengan target 250 sekolah dengan melibatkan 250 seniman, serta 2.500 siswa/siswi.
Lihat Juga :