PBSI UIN Jakarta Kembali Menggelar Pekan Apresiasi Sastra dan Drama Ketujuh
Senin, 21 Maret 2022 - 16:21 WIB
loading...
A
A
A
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Kegurusan (FITK), UIN Jakarta Dr. Sururin,M.Ag mengatakan, Pestarama tak hanya menjadi proses intelektual, melainkan juga telah berjasa mengenalkan tokoh-tokoh dalam bidang sastra dan budaya ke tengah masyarakat secara luas.
Memberikan pengalaman khusus yang relevan di abad XXI ini, mulai dari critical thinking, creativity, communication, sampai collaboration.
"Pestarama berhasil menjadi medium penyampaian pesan-pesan moral kepada generasi muda untuk terus produktif dalam berkreasi, serta memberikan inspirasi yang mencerdaskan dan mencerahkan.” Ujar Dr. Sururin,M.Ag dalam pemberian testimoni khusus mengenai Pestarama, Sabtu (19/3/2022).
Terkait pementasan teater yang akan digelar, naskah-naskah terbaik karya Wisran Hadi yang dipilih, meliputi Singa Podium, Makam Dipertuan, Nyonya-nyonya, Penjual Bendera, Nilam Sari, RoH, dan Salon Song.
Berbagai judul naskah tersebut akan dipentaskan secara bergerilya setiap hari dengan sajian khas adaptasi oleh mahasiswa-mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), UIN Jakarta.
Tak hanya berbentuk konvensional, melainkan juga menghadirkan bentuk dramatical reading di salah satu naskah. Selanjutnya, Pestarama juga menghadirkan pameran khusus yang akan menyajikan kumpulan dokumentasi karya dan jejak kekaryaan yang pernah ditelurkan Wisran Hadi di dunia kebudayaan.
Pameran khusus yang dirancang secara apik ini menjadi pelengkap yang khas dan dapat dinikmati selama pagelaran Pestarama.
Tak hanya itu, Pestarama juga menghadirkan sesi webinar nasional dengan tajuk “Merawat Jati Diri Bangsa di Era Disrupsi Melalui Karya Sastra.” Melaluinya, Pestarama mengajak seluruh mahasiswa, akademisi, pegiat sastra dan budaya, sampai masyarakat umum untuk turut berdiskusi bersama.
Memberikan pengalaman khusus yang relevan di abad XXI ini, mulai dari critical thinking, creativity, communication, sampai collaboration.
"Pestarama berhasil menjadi medium penyampaian pesan-pesan moral kepada generasi muda untuk terus produktif dalam berkreasi, serta memberikan inspirasi yang mencerdaskan dan mencerahkan.” Ujar Dr. Sururin,M.Ag dalam pemberian testimoni khusus mengenai Pestarama, Sabtu (19/3/2022).
Terkait pementasan teater yang akan digelar, naskah-naskah terbaik karya Wisran Hadi yang dipilih, meliputi Singa Podium, Makam Dipertuan, Nyonya-nyonya, Penjual Bendera, Nilam Sari, RoH, dan Salon Song.
Berbagai judul naskah tersebut akan dipentaskan secara bergerilya setiap hari dengan sajian khas adaptasi oleh mahasiswa-mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI), UIN Jakarta.
Tak hanya berbentuk konvensional, melainkan juga menghadirkan bentuk dramatical reading di salah satu naskah. Selanjutnya, Pestarama juga menghadirkan pameran khusus yang akan menyajikan kumpulan dokumentasi karya dan jejak kekaryaan yang pernah ditelurkan Wisran Hadi di dunia kebudayaan.
Pameran khusus yang dirancang secara apik ini menjadi pelengkap yang khas dan dapat dinikmati selama pagelaran Pestarama.
Tak hanya itu, Pestarama juga menghadirkan sesi webinar nasional dengan tajuk “Merawat Jati Diri Bangsa di Era Disrupsi Melalui Karya Sastra.” Melaluinya, Pestarama mengajak seluruh mahasiswa, akademisi, pegiat sastra dan budaya, sampai masyarakat umum untuk turut berdiskusi bersama.
Lihat Juga :