PBSI UIN Jakarta Kembali Menggelar Pekan Apresiasi Sastra dan Drama Ketujuh
Senin, 21 Maret 2022 - 16:21 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, Pestarama juga membangun narasi solutif yang digali melalui dunia sastra dan karya-karyanya untuk menjawab tantangan zaman yang semakin erat berjalan beriringan dengan potensi disruptif.
Bersama dengan pembicara-pembicara kompeten di bidangnya, mulai dari Dede Pramayoza, M. Yoesoef, Firman Venayaksa, Abdul Wachid, sampai Sastri Sunarti, webinar nasional akan dilaksanakan pada 21 Maret 2022 secara daring melalui kanal Zoom Cloud Meeting.
Selanjutnya, melanjutkan tradisi intelektual yang ada, Pestarama juga menghadirkan sesi bedah dan diskusi buku bersama salah satu sastrawan ternama. Mengangkat tajuk “Ngobook-Ngobook: Menangkap Sejarah dan Realitas Melalui Novel Laut Bercerita,” bersama penulisnya langsung, Leila S. Chudori, Pestarama akan menggelar diskusi santai dan terbuka untuk umum secara daring pada 22 Maret 2022 melalui kanal yang sama.
Pestarama juga dilengkapi dengan sesi acara panggung ekspresi. Digelar secara langsung pada 27 Maret 2022, di panggung sederhana ini nantinya Pestarama bersama komunitas-komunitas di lingkungan kampus akan menyuarakan ekpresi-ekpresi kesenian melalui musik, puisi, orasi, dll, untuk bersama-sama merawat dan menghidupkan kembali roda kebudayaan sesuai dengan tujuan diadakannya Pestarama sejak awal.
Kembali ke Wisran Hadi sebagai tajuk utama, rangkaian gelaran Pestarama akan ditutup dengan satu momen penganugerahan khusus kepada Wisran Hadi dalam bentuk doa dan testimoni bersama pada tanggal 28 Maret 2022.
“Pestarama selalu menjadi bagian penting dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UIN Jakarta. Melalui Pestarama, civitas akademik bersatu dan bekerja sama mewujudkan kesuksesan rangkaian acara. Tak hanya itu, Pestarama memperlihatkan perjalanan intelektual kami terkait dengan sumbangsih kepada perkembangan bahasa dan sastra di Indonesia. Khusus tahun ini, mengangkat Wisran Hadi sebagai tajuk utama menuntun kita agar membicarakan ulang tradisi dalam kondisi kekinian,” Ujar Kepala Prodi PBSI UIN Jakarta, Makyun Subuki.
Merangkum usaha yang dilakukan, Pestarama kali ini tak hanya berjalan membawa tujuan untuk membumikan kembali Wisran Hadi beserta seluruh warisan kekaryaan yang telah dilahirkan agar kembali dikenal dan ditelaah secara intens di lingkungan kebudayaan, melampauinya berusaha menghidupan kembali melalui proses-proses serupa untuk tujuan membangun peradaban ke arah yang lebih baik sesuai dengan cita-cita luhur bangsa.
Untuk informasi terkait Pestarama secara lengkap, penyelenggara telah menyediakannya di laman media sosial resmi, Instagram, @pestarama.
Bersama dengan pembicara-pembicara kompeten di bidangnya, mulai dari Dede Pramayoza, M. Yoesoef, Firman Venayaksa, Abdul Wachid, sampai Sastri Sunarti, webinar nasional akan dilaksanakan pada 21 Maret 2022 secara daring melalui kanal Zoom Cloud Meeting.
Selanjutnya, melanjutkan tradisi intelektual yang ada, Pestarama juga menghadirkan sesi bedah dan diskusi buku bersama salah satu sastrawan ternama. Mengangkat tajuk “Ngobook-Ngobook: Menangkap Sejarah dan Realitas Melalui Novel Laut Bercerita,” bersama penulisnya langsung, Leila S. Chudori, Pestarama akan menggelar diskusi santai dan terbuka untuk umum secara daring pada 22 Maret 2022 melalui kanal yang sama.
Pestarama juga dilengkapi dengan sesi acara panggung ekspresi. Digelar secara langsung pada 27 Maret 2022, di panggung sederhana ini nantinya Pestarama bersama komunitas-komunitas di lingkungan kampus akan menyuarakan ekpresi-ekpresi kesenian melalui musik, puisi, orasi, dll, untuk bersama-sama merawat dan menghidupkan kembali roda kebudayaan sesuai dengan tujuan diadakannya Pestarama sejak awal.
Kembali ke Wisran Hadi sebagai tajuk utama, rangkaian gelaran Pestarama akan ditutup dengan satu momen penganugerahan khusus kepada Wisran Hadi dalam bentuk doa dan testimoni bersama pada tanggal 28 Maret 2022.
“Pestarama selalu menjadi bagian penting dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, UIN Jakarta. Melalui Pestarama, civitas akademik bersatu dan bekerja sama mewujudkan kesuksesan rangkaian acara. Tak hanya itu, Pestarama memperlihatkan perjalanan intelektual kami terkait dengan sumbangsih kepada perkembangan bahasa dan sastra di Indonesia. Khusus tahun ini, mengangkat Wisran Hadi sebagai tajuk utama menuntun kita agar membicarakan ulang tradisi dalam kondisi kekinian,” Ujar Kepala Prodi PBSI UIN Jakarta, Makyun Subuki.
Merangkum usaha yang dilakukan, Pestarama kali ini tak hanya berjalan membawa tujuan untuk membumikan kembali Wisran Hadi beserta seluruh warisan kekaryaan yang telah dilahirkan agar kembali dikenal dan ditelaah secara intens di lingkungan kebudayaan, melampauinya berusaha menghidupan kembali melalui proses-proses serupa untuk tujuan membangun peradaban ke arah yang lebih baik sesuai dengan cita-cita luhur bangsa.
Untuk informasi terkait Pestarama secara lengkap, penyelenggara telah menyediakannya di laman media sosial resmi, Instagram, @pestarama.
(mpw)
Lihat Juga :