Intip Keseruan Mahasiswi Unair Jalani IISMA di Negeri Ginseng Korsel
Rabu, 11 Mei 2022 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
Mahasiswi muslim asal Bekasi itu bercerita mengenai kondisi Korea yang memiliki penduduk minoritas muslim. Bilqies banyak sekali menemukan makanan yang mengandung babi dan olahannya. “Saat ke minimarket dan ambil kimbab lalu bawa ke kasir, kasirnya langsung bilang ‘No no no’,” ceritanya.
Setelah itu, kasir tersebut berlari ke tempat kimbab dan mengganti kimbabnya karena ternyata mengandung babi. Bilqies kaget karena kasir tiba-tiba lari tanpa menjelaskan apapun. Hal itu karena mayoritas warga kurang bisa berbahasa Inggris “Tapi mereka helpful banget pas tau kita muslim dari kerudung yang saya pakai,” lanjutnya.
Ikuti Klub
Mahasiswi Sastra dan Bahasa Inggris itu bercerita bahwa kegiatan ekstrakurikuler di Yonsei University agak susah diikuti oleh awardee IISMA. Kebanyakan ekstrakurikuler mensyaratkan minimal menyelesaikan beberapa tahun studi di Yonsei dan bisa berbahasa Korea yang dibuktikan dengan sertifikat TOPIK. “Karena pilihannya sangat sedikit, aku akhirnya mengikuti Yonsei Mentors Club,” ceritanya.
Yonsei Mentors Club merupakan salah satu kegiatan yang membagi anggota klub dalam beberapa grup. Masing-masing grup yang terdiri dari kurang lebih sepuluh pelajar internasional dan satu mentor berkewarganegaraan Korea Selatan.
“Kegiatannya diatur oleh grup masing-masing tapi biasanya kami mengunjungi tempat-tempat di Seoul atau hanya berkumpul dan berbincang,” tuturnya.
Setelah itu, kasir tersebut berlari ke tempat kimbab dan mengganti kimbabnya karena ternyata mengandung babi. Bilqies kaget karena kasir tiba-tiba lari tanpa menjelaskan apapun. Hal itu karena mayoritas warga kurang bisa berbahasa Inggris “Tapi mereka helpful banget pas tau kita muslim dari kerudung yang saya pakai,” lanjutnya.
Ikuti Klub
Mahasiswi Sastra dan Bahasa Inggris itu bercerita bahwa kegiatan ekstrakurikuler di Yonsei University agak susah diikuti oleh awardee IISMA. Kebanyakan ekstrakurikuler mensyaratkan minimal menyelesaikan beberapa tahun studi di Yonsei dan bisa berbahasa Korea yang dibuktikan dengan sertifikat TOPIK. “Karena pilihannya sangat sedikit, aku akhirnya mengikuti Yonsei Mentors Club,” ceritanya.
Yonsei Mentors Club merupakan salah satu kegiatan yang membagi anggota klub dalam beberapa grup. Masing-masing grup yang terdiri dari kurang lebih sepuluh pelajar internasional dan satu mentor berkewarganegaraan Korea Selatan.
“Kegiatannya diatur oleh grup masing-masing tapi biasanya kami mengunjungi tempat-tempat di Seoul atau hanya berkumpul dan berbincang,” tuturnya.
Lihat Juga :