Antisipasi Hepatitis Misterius dan Covid-19 Pascaliburan, P2G: Sekolah Jangan Abai Prokes
Rabu, 11 Mei 2022 - 13:09 WIB
loading...
Ilustrasi belajar pada salah satu sekolah di masa pandemi. Foto/Dok/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mendorong adanya perhatian serius dari pemerintah dan juga sekolah terkait kasus hepatitis misterius yang menyerang anak. Selain itu juga masih diperlukan langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 pascaliburan.
Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan, P2G mendorong sebelum Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali dimulai Kamis, 12 Mei 2022, siswa bisa melakukan tes swab PCR. Sebagai langkah deteksi dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 pascaliburan.
"Kami mendorong Dinas Pendidikan dan sekolah tiap daerah memfasilitasi swab pcr bagi siswa, bisa dilakukan acak. Agar siswa masuk PTM benar-benar kondisi sehat dan fit," kata Satriwan, melalui keterangan tertulis, dikutip Rabu (11/5/2022).
Baca: Haru, Perjuangan 2 Siswi Madrasah yang Ingin Belajar ke AS Akhirnya Terwujud
Selain itu, perihal munculnya kasus hepatitis misterius yang menyerang anak, ini patut menjadi perhatian serius Kemendikbudristek, Kemenag, Kemenkes, Pemda, dan sekolah. P2G cukup khawatir ini kemudian berubah menjadi pandemi terhadap anak.
Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan, P2G mendorong sebelum Pembelajaran Tatap Muka (PTM) kembali dimulai Kamis, 12 Mei 2022, siswa bisa melakukan tes swab PCR. Sebagai langkah deteksi dan mengantisipasi penyebaran Covid-19 pascaliburan.
"Kami mendorong Dinas Pendidikan dan sekolah tiap daerah memfasilitasi swab pcr bagi siswa, bisa dilakukan acak. Agar siswa masuk PTM benar-benar kondisi sehat dan fit," kata Satriwan, melalui keterangan tertulis, dikutip Rabu (11/5/2022).
Baca: Haru, Perjuangan 2 Siswi Madrasah yang Ingin Belajar ke AS Akhirnya Terwujud
Selain itu, perihal munculnya kasus hepatitis misterius yang menyerang anak, ini patut menjadi perhatian serius Kemendikbudristek, Kemenag, Kemenkes, Pemda, dan sekolah. P2G cukup khawatir ini kemudian berubah menjadi pandemi terhadap anak.
Lihat Juga :