PPDB SMA/SMK di Jabar Resmi Dimulai, Siswa Miskin Terima Bantuan Rp2,7 Juta
Rabu, 18 Mei 2022 - 00:34 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya itu, lanjut Kang Emil, pihaknya juga melibatkan Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Jabar yang akan mencegah pihak-pihak tak bertanggung jawab yang berupaya menyiasati aturan PPDB 2022.
"Tim Saber Pungli sudah disiapkan untuk memantau jika ada upaya-upaya yang tak bertanggung jawab untuk menyiasati aturan yang sudah sangat adil," ujar Kang Emil.
Kang Emil pun mengimbau masyarakat agar tidak selalu menjadikan sekolah negeri sebagai pilihan utama karena pemerintah memiliki keterbatasan. Terlebih, kata Kang Emil, banyak sekolah swasta berkualitas di Jabar.
"Bersekolah itu tidak harus selalu di negeri karena negeri ini mempunyai keterbatasan. Itulah mengapa masa depan bangsa harus didukung oleh masyarakat, salah satunya sekolah-sekolah dari swasta," katanya.
Kang Emil menambahkan, Pemprov Jabar juga akan kembali memberikan bantuan keuangan kepada siswa miskin yang bersekolah di sekolah swasta.
"Kami memberi dukungan dana kepada anak-anak Jabar yang sekolah di swasta. Tahun ini naik, totalnya menjadi Rp2,7 juta untuk mereka yang sekolah di swasta yang datang dari keluarga ekonomi tak mampu," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dedi Supandi menerangkan, kuota jalur PPDB untuk jenjang SMA terdiri dari jalur afirmasi 20 persen, perpindahan tugas 5 persen, prestasi 25 persen, dan zonasi 50 persen.
"Untuk tahap I, masyarakat bisa mulai mendaftar mulai tanggal 6-10 Juni dan khusus untuk kuota zonasi, pendaftaran dimulai pada tahap II tanggal 23-30 Juni," katanya.
"Tim Saber Pungli sudah disiapkan untuk memantau jika ada upaya-upaya yang tak bertanggung jawab untuk menyiasati aturan yang sudah sangat adil," ujar Kang Emil.
Kang Emil pun mengimbau masyarakat agar tidak selalu menjadikan sekolah negeri sebagai pilihan utama karena pemerintah memiliki keterbatasan. Terlebih, kata Kang Emil, banyak sekolah swasta berkualitas di Jabar.
"Bersekolah itu tidak harus selalu di negeri karena negeri ini mempunyai keterbatasan. Itulah mengapa masa depan bangsa harus didukung oleh masyarakat, salah satunya sekolah-sekolah dari swasta," katanya.
Kang Emil menambahkan, Pemprov Jabar juga akan kembali memberikan bantuan keuangan kepada siswa miskin yang bersekolah di sekolah swasta.
"Kami memberi dukungan dana kepada anak-anak Jabar yang sekolah di swasta. Tahun ini naik, totalnya menjadi Rp2,7 juta untuk mereka yang sekolah di swasta yang datang dari keluarga ekonomi tak mampu," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dedi Supandi menerangkan, kuota jalur PPDB untuk jenjang SMA terdiri dari jalur afirmasi 20 persen, perpindahan tugas 5 persen, prestasi 25 persen, dan zonasi 50 persen.
"Untuk tahap I, masyarakat bisa mulai mendaftar mulai tanggal 6-10 Juni dan khusus untuk kuota zonasi, pendaftaran dimulai pada tahap II tanggal 23-30 Juni," katanya.
Lihat Juga :