Ini Cerita Peserta Difabel yang Ikut UTBK-SBMPTN 2022 di UI
Jum'at, 20 Mei 2022 - 18:08 WIB
loading...
A
A
A
Meski mengalami gangguan penglihatan sejak umur sembilan tahun, Wildan berhasil menyelesaikan pendidikannya di SMAN 54 Jakarta. Berbekal tekad yang kuat dan semangat yang besar, Wildan ingin terus melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.
Baca juga: Sederet Sekolah Termahal dan Terbaik di Indonesia, Ini Daftarnya
Dalam proses pendaftaran, dia dibantu oleh teman-temannya dan pendamping dari pihak Panti Sosial Bina Netra Rungu Wicara Cahaya Bathin Cawang tempat Wildan tinggal. Wildan mendaftarkan diri dengan pilihan pertama Pendidikan Khusus, Universitas Negeri Jakarta.
“Awalnya, saya memilih Pendidikan Masyarakat untuk di urutan pertama, lalu Pendidikan Khusus. Tetapi, saya berkonsultasi dahulu dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK). Setelah dilihat dari nilai dan hasil konsultasi, saya disarankan untuk memilih Pendidikan Khusus pada pilihan pertama. Sebenarnya, saya juga tertarik dengan jurusan Ilmu Komunikasi, namun setelah konsultasi dengan guru BK, saya memantapkan untuk memilih Pendidikan Khusus,” ujarnya.
Wildan memiliki harapan yang kuat terhadap jurusan yang sudah dipilihnya. Melalui pilihan di Pendidikan Khusus tersebut, dia akan bisa mewujudkan keinginannya menjadi seorang guru bagi anak-anak disabilitas.
Baca juga: Sederet Sekolah Termahal dan Terbaik di Indonesia, Ini Daftarnya
Dalam proses pendaftaran, dia dibantu oleh teman-temannya dan pendamping dari pihak Panti Sosial Bina Netra Rungu Wicara Cahaya Bathin Cawang tempat Wildan tinggal. Wildan mendaftarkan diri dengan pilihan pertama Pendidikan Khusus, Universitas Negeri Jakarta.
“Awalnya, saya memilih Pendidikan Masyarakat untuk di urutan pertama, lalu Pendidikan Khusus. Tetapi, saya berkonsultasi dahulu dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK). Setelah dilihat dari nilai dan hasil konsultasi, saya disarankan untuk memilih Pendidikan Khusus pada pilihan pertama. Sebenarnya, saya juga tertarik dengan jurusan Ilmu Komunikasi, namun setelah konsultasi dengan guru BK, saya memantapkan untuk memilih Pendidikan Khusus,” ujarnya.
Wildan memiliki harapan yang kuat terhadap jurusan yang sudah dipilihnya. Melalui pilihan di Pendidikan Khusus tersebut, dia akan bisa mewujudkan keinginannya menjadi seorang guru bagi anak-anak disabilitas.
Lihat Juga :