Era Digital, Kemenag Kenalkan Pembelajaran Metaverse ke Guru Madrasah
Minggu, 22 Mei 2022 - 15:00 WIB
loading...
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Foto/Dok/Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan ( GTK ) Madrasah kembali menggelar International Symposium On Education (ISOE). Even kali kedua yang berlangsung 18 – 20 Mei ini digelar sekaligus dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional 2022.
Memberikan sambutan secara virtual, Menag Yaqut Cholil Qoumas berpesan tentang pentingnya GTK Madrasah untuk memanfaatkan teknologi, termasuk metaverse. Menurutnya, pemanfaatan metaverse dalam dunia pendidikan akan menjadi kemajuan sangat luar biasa dalam ruang yang tak terbatas. Untuk mengawali pembelajaran metaverse, maka GTK madrasah harus mengenal dan bisa menggunakannya.
Baca juga: UIN Jakarta Kukuhkan Kusmana dan Ismatu Ropi Jadi Guru Besar
“Guru dipaksa dan terpaksa harus melaksanakan pembelajaran dalam jaringan (daring) dengan memanfaatkan dunia teknologi,” ujar Menag, dilansir dari laman resmi Kemenag, Minggu (22/5/2022).
Jika GTK Madrasah mengerti dan memiliki pengalaman dalam memanfaatkan teknologi, lanjut Menag, maka pembelajaran secara daring akan lebih efektif. “Dunia Pendidikan sebelumnya lambat dalam mengadopsi teknologi. Akibatnya, terjadilah learning loss yang mengakibatkan peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik umum atau khusus,” jelas Yaqut.
Memberikan sambutan secara virtual, Menag Yaqut Cholil Qoumas berpesan tentang pentingnya GTK Madrasah untuk memanfaatkan teknologi, termasuk metaverse. Menurutnya, pemanfaatan metaverse dalam dunia pendidikan akan menjadi kemajuan sangat luar biasa dalam ruang yang tak terbatas. Untuk mengawali pembelajaran metaverse, maka GTK madrasah harus mengenal dan bisa menggunakannya.
Baca juga: UIN Jakarta Kukuhkan Kusmana dan Ismatu Ropi Jadi Guru Besar
“Guru dipaksa dan terpaksa harus melaksanakan pembelajaran dalam jaringan (daring) dengan memanfaatkan dunia teknologi,” ujar Menag, dilansir dari laman resmi Kemenag, Minggu (22/5/2022).
Jika GTK Madrasah mengerti dan memiliki pengalaman dalam memanfaatkan teknologi, lanjut Menag, maka pembelajaran secara daring akan lebih efektif. “Dunia Pendidikan sebelumnya lambat dalam mengadopsi teknologi. Akibatnya, terjadilah learning loss yang mengakibatkan peserta didik kehilangan pengetahuan dan keterampilan baik umum atau khusus,” jelas Yaqut.
Lihat Juga :