Sociopreneur, Tren Karier Baru bagi Milenial dan Gen Z
Selasa, 24 Mei 2022 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Daftar Beasiswa ke Swedia yang Bisa Jadi Pilihan Studi S2
British Council mencatat, hingga 2018 industri sociopreneur berkontribusi sebesar 1,91 persen dari PDB Indonesia. Angka ini setara dengan Rp19,4 miliar. Industri kreatif menjadi sektor usaha yang paling banyak jumlahnya dengan total 22 persen. Dilanjutkan dengan agrikultur dan perikanan 16 persen, pendidikan 15 persen, dan layanan 13 persen.
Selain mengikuti kegiatan sosial di luar kampus, Astri juga tercatat aktif berkontribusi pada kegiatan pengabdian masyarakat yang digagas oleh kampus. Asri merupakan salah satu pengajar sukarela, dalam kegiatan mentoring belajar untuk siswa Sekolah Dasar besutan Universitas Pertamina, bernama Temani Aku Untuk Belajar.
“Melalui keaktifan di berbagai kegiatan sukarela ini lah, saya menjadi semakin tertarik dengan sociopreneur. Di Indonesia sendiri, industri sociopreneur masih didominasi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini sangat berpotensi menyerap tenaga kerja wanita dan disable, yang memiliki keterbatasan bekerja di perusahaan makro,” tutur penerima Beasiswa Ekonomi Universitas Pertamina tersebut.
Selain berprestasi di bidang akademik dan non-akademik, Astri juga merupakan salah satu mahasiswa penerima Beasiswa Ekonomi Universitas Pertamina selama tujuh semester. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Ir. I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, Ph.D., mengungkapkan, untuk Tahun Akademik 2022/2023, Universitas Pertamina menyiapkan beasiswa dengan total nilai Rp22,5 miliar untuk mendorong prestasi mahasiswa.
Pada Wisuda ke-6 Tahun 2022, Universitas Pertamina (UPER) meluluskan 326 sarjana dari 15 program studi. Dari jumlah tersebut, 93 wisudawan berhasil meraih predikat pujian atau cumlaude. Sebanyak 56 persen wisudawan berasal dari program studi sains dan teknologi, dan 44 persen wisudawan berasal dari program studi sosial.
British Council mencatat, hingga 2018 industri sociopreneur berkontribusi sebesar 1,91 persen dari PDB Indonesia. Angka ini setara dengan Rp19,4 miliar. Industri kreatif menjadi sektor usaha yang paling banyak jumlahnya dengan total 22 persen. Dilanjutkan dengan agrikultur dan perikanan 16 persen, pendidikan 15 persen, dan layanan 13 persen.
Selain mengikuti kegiatan sosial di luar kampus, Astri juga tercatat aktif berkontribusi pada kegiatan pengabdian masyarakat yang digagas oleh kampus. Asri merupakan salah satu pengajar sukarela, dalam kegiatan mentoring belajar untuk siswa Sekolah Dasar besutan Universitas Pertamina, bernama Temani Aku Untuk Belajar.
“Melalui keaktifan di berbagai kegiatan sukarela ini lah, saya menjadi semakin tertarik dengan sociopreneur. Di Indonesia sendiri, industri sociopreneur masih didominasi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal ini sangat berpotensi menyerap tenaga kerja wanita dan disable, yang memiliki keterbatasan bekerja di perusahaan makro,” tutur penerima Beasiswa Ekonomi Universitas Pertamina tersebut.
Selain berprestasi di bidang akademik dan non-akademik, Astri juga merupakan salah satu mahasiswa penerima Beasiswa Ekonomi Universitas Pertamina selama tujuh semester. Rektor Universitas Pertamina, Prof. Ir. I Gusti Nyoman Wiratmaja Puja, Ph.D., mengungkapkan, untuk Tahun Akademik 2022/2023, Universitas Pertamina menyiapkan beasiswa dengan total nilai Rp22,5 miliar untuk mendorong prestasi mahasiswa.
Pada Wisuda ke-6 Tahun 2022, Universitas Pertamina (UPER) meluluskan 326 sarjana dari 15 program studi. Dari jumlah tersebut, 93 wisudawan berhasil meraih predikat pujian atau cumlaude. Sebanyak 56 persen wisudawan berasal dari program studi sains dan teknologi, dan 44 persen wisudawan berasal dari program studi sosial.
Lihat Juga :