5 Kampus dengan Fakultas Kedokteran Gigi Terbaik di Indonesia
Kamis, 09 Juni 2022 - 11:41 WIB
loading...
A
A
A
Dengan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tidak mungkin semua materi dapat diajarkan, sehingga strategi pembelajaran dengan kuliah mimbar (teacher centered) yang selama ini dilaksanakan di FKG UI dirasakan tidak lagi memadai. Oleh karena itu, sejak tahun 2003 pendidikan akademik diselenggarakan dengan cara pembelajaran aktif menggunakan strategi Pembelajaran Berdasarkan Masalah (PBM) atau Problem Based Learning (PBL), yang lebih menekankan pembelajaran terpusat pada mahasiswa (Student Centered Learning).
2. Universitas Airlangga (Unair)
Sejarah Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga diprakarsai oleh Dr.Lonkhuizen yang menjabat sebagai Kepala Departemen Kesehatan Masyarakat yang ingin membuka sekolah pendidikan dokter gigi di Surabaya pada 1928.
Laman FKG Unair menyebutkan, Pendidikan Kedokteran Gigi diberi nama School Tot Opleiding Van Indische Tandartsen (STOVIT 1928 – 1942) khusus untuk dokter gigi lokal di Indonesia pada masa pendudukan oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Sekolah yang dimulai pada 28 September 1928 pada tahun ajaran pertama menerima 21 siswa dengan masa pendidikan lima tahun, termasuk latihan klinis 3 tahun. Kini Fakultas Kedokteran Gigi Unair memiliki 10 program studi, 155 dosen, 15 profesor dan 5.467 alumni.
Baca juga: 5 Jurusan Kuliah bagi Pecinta Petualang, dari Arkeologi hingga Pariwisata
3. Universitas Gadjah Mada (UGM)
Berdirinya Fakultas Kedokteran Gigi UGM diawali sejak didirikannya Perguruan Tinggi Kedokteran Gigi di Rumah Sakit Tegalyoso, Klaten (1948). Pada tahun ini juga, tepatnya tanggal 5 Maret 1948 diresmikan penggabungan dengan Perguruan Tinggi Kedokteran yang telah ada sejak tahun 1946 di Klaten. Gabungan dua perguruan tinggi ini diberi nama Perguruan Tinggi Kedokteran dan Kedokteran Gigi bertempat di Rumah Sakit Tegalyoso, Klaten.
2. Universitas Airlangga (Unair)
Sejarah Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga diprakarsai oleh Dr.Lonkhuizen yang menjabat sebagai Kepala Departemen Kesehatan Masyarakat yang ingin membuka sekolah pendidikan dokter gigi di Surabaya pada 1928.
Laman FKG Unair menyebutkan, Pendidikan Kedokteran Gigi diberi nama School Tot Opleiding Van Indische Tandartsen (STOVIT 1928 – 1942) khusus untuk dokter gigi lokal di Indonesia pada masa pendudukan oleh Pemerintah Hindia Belanda.
Sekolah yang dimulai pada 28 September 1928 pada tahun ajaran pertama menerima 21 siswa dengan masa pendidikan lima tahun, termasuk latihan klinis 3 tahun. Kini Fakultas Kedokteran Gigi Unair memiliki 10 program studi, 155 dosen, 15 profesor dan 5.467 alumni.
Baca juga: 5 Jurusan Kuliah bagi Pecinta Petualang, dari Arkeologi hingga Pariwisata
3. Universitas Gadjah Mada (UGM)
Berdirinya Fakultas Kedokteran Gigi UGM diawali sejak didirikannya Perguruan Tinggi Kedokteran Gigi di Rumah Sakit Tegalyoso, Klaten (1948). Pada tahun ini juga, tepatnya tanggal 5 Maret 1948 diresmikan penggabungan dengan Perguruan Tinggi Kedokteran yang telah ada sejak tahun 1946 di Klaten. Gabungan dua perguruan tinggi ini diberi nama Perguruan Tinggi Kedokteran dan Kedokteran Gigi bertempat di Rumah Sakit Tegalyoso, Klaten.
Lihat Juga :