Profil Rektor Pertama UGM Prof Dr. M. Sardjito, Pahlawan Nasional yang Namanya Diabadikan Jadi Rumah Sakit
Senin, 25 Juli 2022 - 13:33 WIB
loading...
A
A
A
Diatidak hanya menjabat sebagai Rektor UGM saja. Namun ia juga pernah menjadi Rektor Universitas Islam Indonesia (UII). Ia juga tercatat berperan penting pada lahirnya Universitas Airlangga di Surabaya, Universitas Hasanuddin di Ujung Pandang, dan Universitas Andalas di Sumatera Barat.
Sardjito telah banyak meninggalkan karya di bidang kedokteran. Salah satu peninggalannya paling terkenal adalah obat batu ginjal yang hingga saat ini banyak digunakan untuk mengobati penyakit tersebut.
Sebagai rektor pertama UGM, Sardjito mempunyai banyak pemikiran di bidang kesehatan. Banyak tulisannya tentang kesehatan, di antaranya adalah Rhinoscleroma dan Bilharziasis dalam Masyarakat Megalistik yang ditulis bersama GHR Koeningswald.
Atas pengabdiannya, pada tahun 1958 ia memperoleh penghargaan “Bintang Gerilya”. Penghargaan ini diberikan atas berbagai perjuangan gerilya dalam rangka membela kemerdekaan Indonesia.
Pada tahun 1960 ia kembali mendapatkan dua penghargaan, yaitu “Bintang Mahaputera” tingkat III dari Pemerintah Republik Indonesia dan “Bintang Kehormatan Keilmuan” dari Pemerintah Uni Soviet.
Laman RSUP DR Sardjito menyebutkan, gagasan mendirikan Rumah Sakit Umum dan Pendidikan pada satu lokasi guna pendidikan calon dokter dan dokter ahli serta untuk pengembangan penelitian, pertama kali dicetuskan oleh Prof. Dr. Sardjito pada tahun 1954.
Sardjito telah banyak meninggalkan karya di bidang kedokteran. Salah satu peninggalannya paling terkenal adalah obat batu ginjal yang hingga saat ini banyak digunakan untuk mengobati penyakit tersebut.
Sebagai rektor pertama UGM, Sardjito mempunyai banyak pemikiran di bidang kesehatan. Banyak tulisannya tentang kesehatan, di antaranya adalah Rhinoscleroma dan Bilharziasis dalam Masyarakat Megalistik yang ditulis bersama GHR Koeningswald.
Atas pengabdiannya, pada tahun 1958 ia memperoleh penghargaan “Bintang Gerilya”. Penghargaan ini diberikan atas berbagai perjuangan gerilya dalam rangka membela kemerdekaan Indonesia.
Pada tahun 1960 ia kembali mendapatkan dua penghargaan, yaitu “Bintang Mahaputera” tingkat III dari Pemerintah Republik Indonesia dan “Bintang Kehormatan Keilmuan” dari Pemerintah Uni Soviet.
Laman RSUP DR Sardjito menyebutkan, gagasan mendirikan Rumah Sakit Umum dan Pendidikan pada satu lokasi guna pendidikan calon dokter dan dokter ahli serta untuk pengembangan penelitian, pertama kali dicetuskan oleh Prof. Dr. Sardjito pada tahun 1954.
Lihat Juga :