Lulus dari ITB, George Rancang Lapas dengan Pendekatan Arsitektur Humanis
Selasa, 26 Juli 2022 - 09:27 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: 11 Artis Indonesia yang Juga Berprofesi sebagai Dokter, Nomor 4 Aktif Kegiatan Sosial
Ketika ditanya mengenai harapan apa yang George miliki terhadap topik kajiannya ini, dia menjelaskan bahwa besar harapannya ke depannya terhadap partisipasi arsitek dalam institusi pemasyarakatan.
Selain itu, dia juga berharap sekiranya masyarakat umum perlahan-lahan dapat mengubah mindset terkait narapidana. “Narapidana di penjara harusnya dapat dibina dan diberikan pelatihan agar mereka siap ketika kembali ke masyarakat,” tambahnya.
“Untuk teman-teman dan adik-adik semua, jangan takut beda dan jangan takut salah. Manfaatkan kesempatan sebaik mungkin selagi masih menjadi mahasiswa. Alias, ini waktunya belajar, salah, dan akhirnya memperbaiki kesalahan itu. Coba untuk terapkan keilmuan kita guna menjawab permasalahan yang ada di sekitaran. Dengarkan keresahan kita sendiri, dan tawarkan solusinya,” pesan George.
Setelah wisuda ini, George masih akan tetap berkiprah di prodi Arsitektur ITB setidaknya 1 tahun lagi untuk menyelesaikan studi magisternya. Kurun waktu studi lanjutan yang cepat ini dimungkinkan dengan keikutsertaan George dalam program Pembinaan Program Studi Magister (PPSM atau Fast-Track) yang disediakan oleh ITB.
Ketika ditanya mengenai harapan apa yang George miliki terhadap topik kajiannya ini, dia menjelaskan bahwa besar harapannya ke depannya terhadap partisipasi arsitek dalam institusi pemasyarakatan.
Selain itu, dia juga berharap sekiranya masyarakat umum perlahan-lahan dapat mengubah mindset terkait narapidana. “Narapidana di penjara harusnya dapat dibina dan diberikan pelatihan agar mereka siap ketika kembali ke masyarakat,” tambahnya.
“Untuk teman-teman dan adik-adik semua, jangan takut beda dan jangan takut salah. Manfaatkan kesempatan sebaik mungkin selagi masih menjadi mahasiswa. Alias, ini waktunya belajar, salah, dan akhirnya memperbaiki kesalahan itu. Coba untuk terapkan keilmuan kita guna menjawab permasalahan yang ada di sekitaran. Dengarkan keresahan kita sendiri, dan tawarkan solusinya,” pesan George.
Setelah wisuda ini, George masih akan tetap berkiprah di prodi Arsitektur ITB setidaknya 1 tahun lagi untuk menyelesaikan studi magisternya. Kurun waktu studi lanjutan yang cepat ini dimungkinkan dengan keikutsertaan George dalam program Pembinaan Program Studi Magister (PPSM atau Fast-Track) yang disediakan oleh ITB.
(nnz)
Lihat Juga :