Profil Prof Dwikorita Karnawati, Mantan Rektor UGM yang kini Menjabat Direktur BMKG

Jum'at, 29 Juli 2022 - 17:03 WIB
loading...
Profil Prof Dwikorita Karnawati, Mantan Rektor UGM yang kini Menjabat Direktur BMKG
Profil Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. cukup menarik dibahas. Foto DOK BMKG
A A A
JAKARTA - Profil Prof. Ir. Dwikorita Karnawati, M.Sc., Ph.D. cukup menarik dibahas. Apalagi dia adalah mantan rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kini menjabat sebagai Direktur Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ).

Perempuan kelahiran 6 Juni 1964 Yogyakarta ini merupakan mantan Rektor UGM dalam rentang waktu jabatan mulai dari 2014 sampai 2017 lalu. Prof Rita panggilan akrabnya mempunyai pengalaman profesional yang luas dengan latar belakang akademik sebagai Profesor Geologi Lingkungan dan Mitigasi Bencana di UGM.

Baca juga : Sekilas Mengenal Rektor UGM Terpilih Prof. Ova Emilia

Prof Rita juga sangat aktif dalam mempromosikan dan melakukan pengembangan terhadap Sistem Peringatan Dini Multi Bahaya Nasional (MHEWS). Banyak yang menghormatinya karena merupakan salah satu pemimpin ahli kunci dalam mengembangkan Keputusan Presiden untuk MHEWS Indonesia.

Setelah lulus dari SMA Negeri 1 Yogyakarta dia melanjutkan ke perguruan tinggi dan memperoleh gelar Sarjana Teknik Geologi dari UGM pada tahun 1988. Kemudian pada tahun 1992, dia melanjutkan pendidikan ke Inggris dan mendapat gelar Master of Engineering Geology dari Leeds University.

Sepak terjangnya dalam melakukan penelitian dan perolehan prestasi juga cukup banyak. Dimulai dari tahun 1997 dimana dia meneliti tentang Prediksi Bencana Hidrometeorologis dalam Program Post Doctoral di Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang.

Pada tahun 2003 Rita menerima Penghargaan Profesor Leverhulme untuk lebih mengembangkan penelitiannya dalam Sistem Peringatan Dini Longsor Berbasis Masyarakat, di The Institute for Advanced Studies, Bristol University, Inggris.

Penelitiannya juga sempat dipilih sebagai salah satu penelitian terbaik kategori Pengurangan Risiko Bencana Tanah Longsor dari International Consortium on Landslides (ICL) pada tahun 2011. Hal ini membuat UGM menjadi pusat pengurangan risiko bencana tanah longsor dunia.

Baca juga : 6 Profesor Ditetapkan Jadi Bakal Calon Rektor UGM

Tidak sampai situ saja, Prof Rita juga ditunjuk sebagai Wakil Presiden International Consortium on Landslides (ICL) sejak 2015, dan pada tahun 2019 dia dipilih menjadi Ketua the Intergovernmental Coordination Group of Indian Ocean Tsunami Warning and Mitigation System (ICG / IOTWMS).

Menjadi Koordinator untuk the ASEAN University Network South East Asia Engineering Education Development Program (AUN Seed Net) di bidang Mitigasi Bencana (yang meliputi bencana hidrometeorologis) juga sempat dijajalnya pada antara 2004 dan 2014.

Tak heran bila mantan Rektor UGM tersebut dipilih menjadi Direktur BMKG sejak 2017 lalu. Dia bahkan telah menerima pengakuan luas dari mitra nasional dan lokal serta dari berbagai organisasi internasional untuk pekerjaannya tersebut.
(bim)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1687 seconds (11.210#12.26)