Miris, Ratusan Siswa Pergi dan Pulang Sekolah dengan Berjuang Menantang Arus Sungai
Selasa, 02 Agustus 2022 - 23:46 WIB
loading...
A
A
A
Sejak pembelajaran tatap muka kembali digelar seperti biasa, orang tua dan guru selalu was-was saat melepas dan menunggu siswa pulang dan pergi sekolah, sehingga setiap hari beberapa orang warga dibantu orang tua selalu mendampingi anaknya ketika hendak menyeberang sungai guna memastikan keselamatannya.
Baca juga: Lavita Nur'aviana, Lulusan Pertama Prodi Magister Teknologi Nano ITB dengan Predikat Cumlaude
"Kami berharap jembatan dibangun permanen atau jembatan yang putus diperbaiki, kasihan siswa didik untuk sampai ke sekolah mereka harus menantang arus dan masuk kelas dengan pakaian basah setiap hari," katanya.
Kepala Desa Sukaluyu, Wahyu, mengatakan sejak jembatan gantung putus, akses penghubung antar desa dan kampung di wilayahnya terhambat, tidak hanya anak sekolah, warga yang hendak membawa hasil bumi ke rumah atau menjual ke kota hanya bisa melalui sungai yang terkadang berarus deras.
"Kami sudah mengajukan perbaikan dan pembangunan jembatan ke dinas terkait di Pemkab Cianjur, melalui kecamatan dan saat rapat bersama di kabupaten. Namun, hingga saat ini belum terealisasi. Aktivitas warga terhambat perekonomian semakin terpuruk," katanya.
Baca juga: Lavita Nur'aviana, Lulusan Pertama Prodi Magister Teknologi Nano ITB dengan Predikat Cumlaude
"Kami berharap jembatan dibangun permanen atau jembatan yang putus diperbaiki, kasihan siswa didik untuk sampai ke sekolah mereka harus menantang arus dan masuk kelas dengan pakaian basah setiap hari," katanya.
Kepala Desa Sukaluyu, Wahyu, mengatakan sejak jembatan gantung putus, akses penghubung antar desa dan kampung di wilayahnya terhambat, tidak hanya anak sekolah, warga yang hendak membawa hasil bumi ke rumah atau menjual ke kota hanya bisa melalui sungai yang terkadang berarus deras.
"Kami sudah mengajukan perbaikan dan pembangunan jembatan ke dinas terkait di Pemkab Cianjur, melalui kecamatan dan saat rapat bersama di kabupaten. Namun, hingga saat ini belum terealisasi. Aktivitas warga terhambat perekonomian semakin terpuruk," katanya.
Lihat Juga :