5 Sekolah Kedinasan Favorit setelah Lulus SMA, Wanita Juga Bisa Mendaftar

Kamis, 11 Agustus 2022 - 13:32 WIB
loading...
5 Sekolah Kedinasan Favorit setelah Lulus SMA, Wanita Juga Bisa Mendaftar
5 sekolah kedinasan favorit setelah lulus sma, wanita juga bisa mendaftar. Foto/Ilustrasi/SINDOnews.
A A A
JAKARTA - Sekolah kedinasan menjadi salah satu alternatif untuk melanjutkan pendidikan tinggi . Tidak hanya menerima pelamar pria, namun wanita juga bisa mendaftar.

Sekolah kedinasan dengan ikatan dinas yang membuka seleksi di tahun ini berasal dari berbagai institusi. Seperti Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), dan lainnya.

Sekolah kedinasan tidak hanya membuka kesempatan bagi laki-laki untuk mendaftar. Namun juga wanita dari seluruh Indonesia dengan sejumlah persyaratan penting untuk dipenuhi pada saat mendaftar.

Baca juga: Inilah 5 Universitas Terluas di Dunia, Ada yang Capai Puluhan Ribu Hektar

Berikut ini sekolah kedinasan favorit di Indonesia yang wanita juga bisa mendaftar berikut dengan beberapa persyaratannya yang telah dirangkum SINDOnews.

1. Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN

PKN STAN pada tahun ini menyediakan kuota penerimaan mahasiswa baru sebanyak 750 formasi di seleksi sekolah kedinasan.

Program studi yang dibuka adalah Diploma IV Akuntansi Sektor Publik, Diploma IV Manajemen Keuangan Negara, dan Diploma IV Manajemen Aset Publik.

Tidak hanya pria yang bisa mendaftar namun juga wanita. Untuk wanita, PKN STAN mensyaratkan tidak boleh bertato/bekas tato dan tidak ditindik/bekas tindik anggota badan lainnya selain telinga dan tidak bertindik/bekas tindik di telinga lebih dari satu pasang (telinga kiri dan kanan).

PKN STAN juga mensyaratkan memiliki nilai UTBK TPS minimal 600 dan Tes Bahasa Inggris (TBI) minimal 450 untuk peserta program reguler atau TPS minimal 400 dan TBI minimal 375 untuk peserta program afirmasi.

2. Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)

IPDN adalah salah satu sekolah kedinasan di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Calon praja yang lulus IPDN nantinya diangkat menjadi CPNS yang akan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.

Pada seleksi sekolah kedinasan tahun ini, IPDN mensyaratkan usia peserta seleksi minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada tanggal 1 Agustus 2022. Untk tinggi badan pendaftar bagi pria minimal 160 cm dan wanita minimal 155 cm.

IPDN juga mensyaratkan berijazah paling rendah SMA atau MA termasuk lulusan Paket C, bagi lulusan Tahun 2019 sampai dengan 2022, dengan ketentuan nilai rata-rata ijazah minimal 70,00 untuk Nilai Rata-rata Rapor dan Nilai Ujian Sekolah.

Baca juga: UI Mantapkan Posisi Kampus Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2022

3. Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN)

Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN) merupakan sekolah kedinasan di bawah Badan Intelijen Negara (BIN). Tahun ini STIN menerima 300 orang pada seleksi sekolah kedinasan.

STIN mensyaratkan tinggi badan minimal 160 cm untuk pendaftar putri. Selain itu belum pernah melahirkan, tidak bertato/memiliki bekas tato dan tidak bertindik. Selain itu usia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun.

Untuk nilai rapor, bagi lulusan SMA/SMK/MA tahun 2020 dan 2021, nilai rata-rata ijazah minimal 80. Sementara lulusan 2022, nilai rapor semester 1 sampai dengan 5 minimal 75.

4. Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG)

STMKG menjadi salah satu sekolah kedinasan yang membuka penerimaan taruna/taruni di tahun ini. STMKG tahun ini menyediakan 250 formasi bagi seluruh siswa Indonesia.

Perguruan tinggi kedinasan di bawah Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BKMG) mensyaratkan tinggi badan minimal 155 cm untuk wanita dengan berat badan seimbang.

Selain itu tidak buta warna, dapat berkacamata dengan Lensa Spheris Maksimal Minus (-) 4 D, dan Lensa Silindris Maksimal Minus (-) 2 D, dan bersedia untuk melakukan pengobatan LASIK dengan biaya sendiri apabila diterima/lulus seleksi.

5. Poltekip dan Poltekim

Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) merupakan sekolah kedinasan di bawah Kementerian Hukum dan HAM yang tahun ini membuka 600 formasi di seleksi sekolah kedinasan.

Poltekip merupakan pendidikan sekolah kedinasan Diploma IV di bidang teknis Pemasyarakatan dengan program kuliah selama 4 tahun setara dengan S1, yang akan ditempatkan dalam Jabatan Penelaah Status Warga Binaan Pemasyarakatan atau Analis Pemasyarakatan.

Sementara Poltekim merupakan pendidikan sekolah kedinasan Diploma IV di bidang teknis Keimigrasian dengan program kuliah selama 4 tahun setara dengan S1, yang akan ditempatkan dalam Jabatan Analis Keimigrasian.

Kedua sekolah kedinasan ini menerima pelamar wanita dengan syarat tinggi badan minimal 160 cm, tidak bertato, dan juga tidak boleh bertindik atau memiliki bekas tindik selain telinga. Syarat usianya adalah minimal 17 tahun dan tidak lebih dari 23 tahun.
(nnz)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1452 seconds (11.97#12.26)