Mengenal Kendaraan Listrik Hemat Energi Karya Perguruan Tinggi
Jum'at, 12 Agustus 2022 - 09:24 WIB
loading...
A
A
A
Agus menuturkan, kereta cepat ini berkecepatan 250 km/ jam. “Jakarta-Surabaya bisa ditempuh tiga jam empat puluh menit. Lebih cepat, ama n dan nyaman, karena tidak bertemu perlintasan. Kalau kereta biasa ‘kan ada perlintasan kereta api. Nah, kereta cepat ini tidak. Jadi, dia berada di atas, elevated, dan tidak seperlintasan, sehingga cepat dan aman,” ucap Agus.
Skuter Gesits bertipe M1 merupakan skuter mini bermotor 2 kilowatt. Setelah sekali diisi daya, M1 dapat menempuh jarak 50 kilometer. Sementara itu, skuter medium berdaya 5 kilowatt dilengkapi dua baterai, sehingga bisa menempuh jarak 100 kilometer. Agus menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah bekerja sama di bidang kereta api cepat bersama industri kereta api di Madiun, yaitu PT INKA. “Kami ikut mendesain di LRT Palembang dan LRT Jabodetabek,” tambah Agus.
Oleh karena itu, Agus menuturkan, para peneliti di perguruan dapat berinteraksi langsung dan memahami masalah riil yang dihadapi industri. “Kami juga bisa mengenal seluk-beluk industri. Mulai dari mengidentifikasi kebutuhan konsumen, riset pasar, analisis kompetitor, yang dilanjutkan dengan desain konseptual, dan produksi,” ucap Agus.
Peneliti kendaraan listrik dari Universitas Indonesia, Ghany Heryana, mengungkapkan bahwa inovasi Bus Listrik UI berangkat dari keprihatinan UI terhadap efek gas rumah kaca.
“Kami juga membuat bus karena ingin mengajak masyarakat meninggalkan kendaraan konvensional dengan beralih ke bus, dan busnya pun bus listrik ukuran besar. Harapannya manfaat dan energi hijau dapat terasa,” ucap Ghany yang menuturkan terdapat sekitar 30 orang tim peneliti lintas fakultas yang bergotong-royong mewujudkan inovasi ini.
Baca juga: IAINU Kebumen Gandeng Formasi Perkuat Daya Saing Kampus di Level Nasional
Bus Listrik ini juga memiliki low entrance deck (pintu masuk rendah) sehingga dapat dipergunakan sebagai bus angkutan perkotaan tanpa halte khusus. “Lebih hemat, karena dapat menggunakan halte yang sudah ada di berbagai jalanan perkotaan Indonesia,” tambah Ghany.
Skuter Gesits bertipe M1 merupakan skuter mini bermotor 2 kilowatt. Setelah sekali diisi daya, M1 dapat menempuh jarak 50 kilometer. Sementara itu, skuter medium berdaya 5 kilowatt dilengkapi dua baterai, sehingga bisa menempuh jarak 100 kilometer. Agus menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah bekerja sama di bidang kereta api cepat bersama industri kereta api di Madiun, yaitu PT INKA. “Kami ikut mendesain di LRT Palembang dan LRT Jabodetabek,” tambah Agus.
Oleh karena itu, Agus menuturkan, para peneliti di perguruan dapat berinteraksi langsung dan memahami masalah riil yang dihadapi industri. “Kami juga bisa mengenal seluk-beluk industri. Mulai dari mengidentifikasi kebutuhan konsumen, riset pasar, analisis kompetitor, yang dilanjutkan dengan desain konseptual, dan produksi,” ucap Agus.
Peneliti kendaraan listrik dari Universitas Indonesia, Ghany Heryana, mengungkapkan bahwa inovasi Bus Listrik UI berangkat dari keprihatinan UI terhadap efek gas rumah kaca.
“Kami juga membuat bus karena ingin mengajak masyarakat meninggalkan kendaraan konvensional dengan beralih ke bus, dan busnya pun bus listrik ukuran besar. Harapannya manfaat dan energi hijau dapat terasa,” ucap Ghany yang menuturkan terdapat sekitar 30 orang tim peneliti lintas fakultas yang bergotong-royong mewujudkan inovasi ini.
Baca juga: IAINU Kebumen Gandeng Formasi Perkuat Daya Saing Kampus di Level Nasional
Bus Listrik ini juga memiliki low entrance deck (pintu masuk rendah) sehingga dapat dipergunakan sebagai bus angkutan perkotaan tanpa halte khusus. “Lebih hemat, karena dapat menggunakan halte yang sudah ada di berbagai jalanan perkotaan Indonesia,” tambah Ghany.
Lihat Juga :