Mengenal Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Saksi Bisu Sejarah Kemerdekaan RI
Selasa, 16 Agustus 2022 - 10:51 WIB
loading...
A
A
A
Bangunan yang terletak pada lahan seluas 3.914 m2 ini, aslinya hanya satu bangunan saja, yang dibangun dua lantai dan memiliki sejumlah ruangan. Bangunan ini memiliki tampilan arsitektur gaya artdeco. Detail menarik ada di elemen-elemen bangunan seperti pada pengolahan dinding, bukaan angin, railing tangga, pintu dan jendela.
Selain itu, ciri yang menonjol adalah penggunaan atap perisai dengan sudut yang curam (40º sampai dengan 45º), serta permainan garis-garis horisontal dan vertikal pada balustrade, dinding dan kolom bangunan.
Walaupun vila besar ini dari luar nampak mewah, namun tidak memiliki banyak kamar. Pada lantai bawah ruang resepsi dan ruang jamuan hampir menyita seluruh lantai ini kecuali satu ruang studi, (bekas) dapur dan toilet. Lantai dilapisi ubin teraso merah keabu-abuan. Teras luas di belakang rumah dapat digabungkan dengan ruang makan, bila resepsi dihadiri banyak orang.
Lantai atas dahulu digunakan untuk kamar-kamar tidur yang besar, masing-masing dilengkapi dengan kamar mandi dan balkon tersendiri. Waktu rumah ini dibangun Nassaauboulevard di muka rumah ini masih sepi sekali.
Maka, para penghuni maupun tamu dapat beristirahat tenang dengan jendela terbuka. Susuran tangga (handrail) dihiasi ornament dari besi bergaya artdeco dan lobang angin di atas pintu diisi dengan jeruji yang bercorak serupa.
Rumah konsul Inggris dirancang supaya tampak representatif, namun tidak ‘wah’ seperti rumah-rumah orang kaya baru, yang dibangun sesudah tahun 1970-an di Menteng. Vila ciptaan Blankenberg ini berkarakter anggun dan cocok bagi orang Inggris.
Baca juga: ITERA Kukuhkan 4.860 Mahasiswa Baru, 80 % dari Sumatera
Maksud ini tercapai dengan memakai berbagai elemen horizontal seperti deretan jendela di lantai bawah dan atas, dua tonjolan profil panjang pada tembok yang dilanjutkan pada balkon di kedua belah sisi rumah, deretan panjang lubang-lubang ventilasi udara yang berbentuk kotak di lantai bawah dan atas. Atap tinggi sesuai dengan kokohnya tembok dan tiang.
Selain itu, ciri yang menonjol adalah penggunaan atap perisai dengan sudut yang curam (40º sampai dengan 45º), serta permainan garis-garis horisontal dan vertikal pada balustrade, dinding dan kolom bangunan.
Walaupun vila besar ini dari luar nampak mewah, namun tidak memiliki banyak kamar. Pada lantai bawah ruang resepsi dan ruang jamuan hampir menyita seluruh lantai ini kecuali satu ruang studi, (bekas) dapur dan toilet. Lantai dilapisi ubin teraso merah keabu-abuan. Teras luas di belakang rumah dapat digabungkan dengan ruang makan, bila resepsi dihadiri banyak orang.
Lantai atas dahulu digunakan untuk kamar-kamar tidur yang besar, masing-masing dilengkapi dengan kamar mandi dan balkon tersendiri. Waktu rumah ini dibangun Nassaauboulevard di muka rumah ini masih sepi sekali.
Maka, para penghuni maupun tamu dapat beristirahat tenang dengan jendela terbuka. Susuran tangga (handrail) dihiasi ornament dari besi bergaya artdeco dan lobang angin di atas pintu diisi dengan jeruji yang bercorak serupa.
Rumah konsul Inggris dirancang supaya tampak representatif, namun tidak ‘wah’ seperti rumah-rumah orang kaya baru, yang dibangun sesudah tahun 1970-an di Menteng. Vila ciptaan Blankenberg ini berkarakter anggun dan cocok bagi orang Inggris.
Baca juga: ITERA Kukuhkan 4.860 Mahasiswa Baru, 80 % dari Sumatera
Maksud ini tercapai dengan memakai berbagai elemen horizontal seperti deretan jendela di lantai bawah dan atas, dua tonjolan profil panjang pada tembok yang dilanjutkan pada balkon di kedua belah sisi rumah, deretan panjang lubang-lubang ventilasi udara yang berbentuk kotak di lantai bawah dan atas. Atap tinggi sesuai dengan kokohnya tembok dan tiang.
Lihat Juga :