Selamat, Tim Spektronics ITS Jadi Jawara Chem-E-Car di Jerman
Jum'at, 16 September 2022 - 17:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kemendikbudristek Kembali Buka Pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia Tahap II
Silma menjelaskan bahwa kompetisi tersebut terdiri dari dua tahap. yakni tahap penyisihan dan tahap final. Pada tahap penyisihan, tim membuat dokumen tentang purwarupa mobil sebanyak 108 halaman dalam kurun waktu dua minggu. Setelah itu pada tahap final, tim menyusun dokumen safety aspect pada purwarupa mobil yang meliputi perhitungan tekanan, temperatur, hingga mekanisme kinerja mobil dalam waktu hanya satu bulan.
Di antara kedua tahapan pengumpulan dokumen tersebut, Silma mengatakan bahwa selama satu bulan tim melakukan run car setiap hari dari pagi hingga malam. Run car ini bertujuan untuk mengecek keadaan mobil, mempelajari perilakunya, hingga mencari data yang akan dipakai untuk lomba. Selama proses tersebut, tim Spektronics memastikan mobil mencapai jarak tertentu dengan beban tertentu pula. “Harus benar-benar presisi dan mendapat zero error,” terangnya.
Menghadapi permasalahan tersebut, Rahardian bersama tim tetap optimistis dan yakin semua usaha, kerja keras, biaya, serta semua dukungan yang diberikan berbagai pihak akan terbayar. Tim ITS ini tidak takut gagal berangkat dan tetap mempersiapkan semua keperluan sesuai dengan timeline.
Proses panjang mendapatkan gelar juara ini tentunya juga berkat dukungan berbagai pihak. Mendampingi setiap langkah tim, terdapat Prof Hamzah Fansuri dari Departemen Kimia ITS dan Dr Rendra Panca Anugraha dari Departemen Teknik Kimia ITS sebagai advisor. Tak lupa, dukungan juga datang dari Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITS, Ikoma ITS, PLN Pembangkit Jawa Bali (PJB), PT Energi Quarto Indonesia, PT Petro Oxo Nusantara, dan PT Petrokimia Gresik.
Silma menjelaskan bahwa kompetisi tersebut terdiri dari dua tahap. yakni tahap penyisihan dan tahap final. Pada tahap penyisihan, tim membuat dokumen tentang purwarupa mobil sebanyak 108 halaman dalam kurun waktu dua minggu. Setelah itu pada tahap final, tim menyusun dokumen safety aspect pada purwarupa mobil yang meliputi perhitungan tekanan, temperatur, hingga mekanisme kinerja mobil dalam waktu hanya satu bulan.
Di antara kedua tahapan pengumpulan dokumen tersebut, Silma mengatakan bahwa selama satu bulan tim melakukan run car setiap hari dari pagi hingga malam. Run car ini bertujuan untuk mengecek keadaan mobil, mempelajari perilakunya, hingga mencari data yang akan dipakai untuk lomba. Selama proses tersebut, tim Spektronics memastikan mobil mencapai jarak tertentu dengan beban tertentu pula. “Harus benar-benar presisi dan mendapat zero error,” terangnya.
Menghadapi permasalahan tersebut, Rahardian bersama tim tetap optimistis dan yakin semua usaha, kerja keras, biaya, serta semua dukungan yang diberikan berbagai pihak akan terbayar. Tim ITS ini tidak takut gagal berangkat dan tetap mempersiapkan semua keperluan sesuai dengan timeline.
Proses panjang mendapatkan gelar juara ini tentunya juga berkat dukungan berbagai pihak. Mendampingi setiap langkah tim, terdapat Prof Hamzah Fansuri dari Departemen Kimia ITS dan Dr Rendra Panca Anugraha dari Departemen Teknik Kimia ITS sebagai advisor. Tak lupa, dukungan juga datang dari Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) ITS, Ikoma ITS, PLN Pembangkit Jawa Bali (PJB), PT Energi Quarto Indonesia, PT Petro Oxo Nusantara, dan PT Petrokimia Gresik.
(nnz)
Lihat Juga :