Mengenal 7 Angkatan Sastra Indonesia dan Tokoh Terkenalnya
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 15:37 WIB
loading...
A
A
A
5. Angkatan 66
Angkatan 66 lahir pada saat situasi politik di Indonesia sedang penuh gejolak, serta maraknya penyalahgunaan kekuasaan pada periode 1960-1970, yang turut mengakibatkan polarisasi karya sastra pada masa itu. Karya pada angkatan 66 banyak membahas kritik dari situasi politik dan kehidupan sosial masyarakat. Tokoh terkenal dari angkatan 66 ini di antaranya: Taufik Ismail, Putu WIjaya dan W.S. Rendra.
6. Angkatan 80
Angkatan sastra 80 berkembang pada masa pemerintahan Orde Baru pada 1980. Karya sastra pada masa ini mendapat pengawasan ketat dari pemerintah untuk menjaga situasi kondusif di masyarakat. Karya sastra angkatan 80 membahas romansa dan kisah kehidupan sehari-hari. Pada angkatan 80 juga, karya sastra banyak menghadirkan tokoh utama perempuan. Tokoh terkenal dari angkatan sastra 80 di antaranya: Mira Widjaja, Nh. Dini, dan Marga T.
7. Angkatan Reformasi
Angkatan sastra yang paling muda ini berkembang setelah reformasi tahun 1998. Karya sastra dari angkatan reformasi sudah menggunakan latar kehidupan di masa modern dan ditulis dengan bahasa sehari-hari. Angkatan Reformasi banyak memunculkan sastrawan perempuan, sehingga mengimbangi sastrawan laki-laki. Tokoh terkenal dari angkatan sastra reformasi di antaranya: Dewi Lestari dan Andrea Hirata.
Angkatan 66 lahir pada saat situasi politik di Indonesia sedang penuh gejolak, serta maraknya penyalahgunaan kekuasaan pada periode 1960-1970, yang turut mengakibatkan polarisasi karya sastra pada masa itu. Karya pada angkatan 66 banyak membahas kritik dari situasi politik dan kehidupan sosial masyarakat. Tokoh terkenal dari angkatan 66 ini di antaranya: Taufik Ismail, Putu WIjaya dan W.S. Rendra.
6. Angkatan 80
Angkatan sastra 80 berkembang pada masa pemerintahan Orde Baru pada 1980. Karya sastra pada masa ini mendapat pengawasan ketat dari pemerintah untuk menjaga situasi kondusif di masyarakat. Karya sastra angkatan 80 membahas romansa dan kisah kehidupan sehari-hari. Pada angkatan 80 juga, karya sastra banyak menghadirkan tokoh utama perempuan. Tokoh terkenal dari angkatan sastra 80 di antaranya: Mira Widjaja, Nh. Dini, dan Marga T.
7. Angkatan Reformasi
Angkatan sastra yang paling muda ini berkembang setelah reformasi tahun 1998. Karya sastra dari angkatan reformasi sudah menggunakan latar kehidupan di masa modern dan ditulis dengan bahasa sehari-hari. Angkatan Reformasi banyak memunculkan sastrawan perempuan, sehingga mengimbangi sastrawan laki-laki. Tokoh terkenal dari angkatan sastra reformasi di antaranya: Dewi Lestari dan Andrea Hirata.
(nnz)
Lihat Juga :