UNY Raih Juara Shell Eco Marathon 2022, Pecahkan Rekor Asia
Selasa, 18 Oktober 2022 - 12:31 WIB
loading...
Tim Garuda UNY menyabet juara Shell Eco Marathon 2022. Foto/Tangkap layar laman UNY.
A
A
A
JAKARTA - Tim Garuda Universitas Negeri Yogyakarta ( UNY ) meraih juara 1 Kategori Urban ICE Shell Eco Marathon 2022. Prestasi ini diraih setelah mobil Garuda UG-22 memecahkan rekor konsumsi bahan bakar di Asia yang sebelumnya 500km/liter menjadi 544km/liter.
Shell Eco Marathon 2022 diikuti 49 tim dari sembilan negara. Kompetisi mobil hemat energi ini digelar di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Prestasi yang dicapai Tim Garuda UNY tidak didapat dengan mudah. Kesit Bayu Purnomo, Manager Garuda UNY Team mengatakan, sejak mendapatkan informasi mengenai kompetisi ini, tim langsung melakukan persiapan. Persiapannya kurang lebih enam bulan hingga akhirnya mobil dikirim ke Sirkuit Mandalika. Prosesnya pun cukup panjang. Yakni mulai dari brainstorming, riset kendaraan, manufaktur, hingga latihan driver.
Baca juga: UGM Ukir Prestasi di Lomba Mobil Hemat Energi Shell Eco Marathon
Tantangan dan hambatan tidak jarang mewarnai persiapan Tim Garuda UNY untuk menghadapi kompetisi tersebut. Perdebatan kerap hadir dalam rapat persiapan Tim Garuda UNY dalam menentukan strategi terbaik. Adhy Wahyu, salah satu anggota Tim Garuda UNY menuturkan mereka rapat kadang hingga larut malam, hingga kehilangan waktu libur. “Semua berdiskusi tentang cara agar kami bisa menang dan mencapai target tim,” ungkapnya.
Tidak hanya pada persiapan, tantangan dan hambatan masih harus dihadapi oleh Tim Garuda UNY hingga kompetisi berlangsung. Pada saat pelaksanaan kompetisi, Tim Garuda UNY mendapatkan sejumlah masalah yang cukup membuat terpukul para anggota tim. Pasalnya, pada hari pertama race diadakan, terdapat kesalahan teknis yang membuat mobil Garuda UG-22 tidak dapat mencapai garis akhir.
Bahkan setelah sejumlah perbaikan dilakukan, mobil Garuda UG-22 gagal melakukan race karena terlambat 3 detik dalam memasuki track. Pada hari itu, tangis kesedihan mewarnai paddock nomor 524 milik Tim Garuda UNY. Meski cukup terpukul, hal tersebut tidak menjadi alasan bagi anggota tim untuk terus berlarut dalam kesedihan. Tangan-tangan kembali berjabat bersamaan dengan kata-kata penyemangat, doa-doa terucap dengan lebih keras. Harapan Tim Garuda UNY bangkit kembali.
Shell Eco Marathon 2022 diikuti 49 tim dari sembilan negara. Kompetisi mobil hemat energi ini digelar di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Prestasi yang dicapai Tim Garuda UNY tidak didapat dengan mudah. Kesit Bayu Purnomo, Manager Garuda UNY Team mengatakan, sejak mendapatkan informasi mengenai kompetisi ini, tim langsung melakukan persiapan. Persiapannya kurang lebih enam bulan hingga akhirnya mobil dikirim ke Sirkuit Mandalika. Prosesnya pun cukup panjang. Yakni mulai dari brainstorming, riset kendaraan, manufaktur, hingga latihan driver.
Baca juga: UGM Ukir Prestasi di Lomba Mobil Hemat Energi Shell Eco Marathon
Tantangan dan hambatan tidak jarang mewarnai persiapan Tim Garuda UNY untuk menghadapi kompetisi tersebut. Perdebatan kerap hadir dalam rapat persiapan Tim Garuda UNY dalam menentukan strategi terbaik. Adhy Wahyu, salah satu anggota Tim Garuda UNY menuturkan mereka rapat kadang hingga larut malam, hingga kehilangan waktu libur. “Semua berdiskusi tentang cara agar kami bisa menang dan mencapai target tim,” ungkapnya.
Tidak hanya pada persiapan, tantangan dan hambatan masih harus dihadapi oleh Tim Garuda UNY hingga kompetisi berlangsung. Pada saat pelaksanaan kompetisi, Tim Garuda UNY mendapatkan sejumlah masalah yang cukup membuat terpukul para anggota tim. Pasalnya, pada hari pertama race diadakan, terdapat kesalahan teknis yang membuat mobil Garuda UG-22 tidak dapat mencapai garis akhir.
Bahkan setelah sejumlah perbaikan dilakukan, mobil Garuda UG-22 gagal melakukan race karena terlambat 3 detik dalam memasuki track. Pada hari itu, tangis kesedihan mewarnai paddock nomor 524 milik Tim Garuda UNY. Meski cukup terpukul, hal tersebut tidak menjadi alasan bagi anggota tim untuk terus berlarut dalam kesedihan. Tangan-tangan kembali berjabat bersamaan dengan kata-kata penyemangat, doa-doa terucap dengan lebih keras. Harapan Tim Garuda UNY bangkit kembali.
Lihat Juga :