Ditjen Kebudayaan Gelar Pameran dan Festival Kopi di Museum Nasional
Minggu, 20 November 2022 - 08:21 WIB
loading...
A
A
A
Ditambahkan Hilmar, tanaman kopi di Indonesia juga memiliki fungsi sebagai penghasil oksigen juga berperan dakam menjaga lingkungan dengan proses pertanian yang berkelanjutan, sehingga kopi bagi Hilmar bukan hanya sebagai komoditas belaka. Selain itu, melalui pameran ini juga diharapkan dapat mengangkat harkat dan martabat petani kopi dan seluruh penggiat kopi yang menggantungkan hidupnya dari kopi.
Baca juga: TNI AU Buka Pendaftaran Calon Tamtama, Lulusan SMP Boleh Daftar
Pameran ‘Kopi Togetherness’ dibagi 5 subtema: Kopi Bumi, Kultur Kopi, Kopi Kini, Kopi Kita, dan Kopi Merdeka. Kopi Bumi mengangkat relasi Kopi sebagai sumber daya agrikultural yang memberi sumbangsih dan keberlanjutan pada lingkungan dan beragam upaya masyarakat dan komunitas untuk memberdayakannya. Kultur Kopi mengangkat berbagai aspek kebudayaan, sejarah dan kearifan lokal yang diciptakan di berbagai pelosok nusantara. Kopi Kita dan Kopi Kini menghadirkan berbagai narasi keseharian, kreativitas, dan kehidupan sosial yang terhubung oleh skena kopi Indonesia.
Ke-empat subtema ini dihadirkan dalam rangkaian karya instalasi oleh 6 komunitas/kolektif seniman yang diundang khusus untuk merespon tema ‘Kopi Togetherness’, yaitu: duo musisi elektronik Bottlesmoker, komunitas graffiti dan street art Mahavisual (featuring Stereoflow, Alphabad.xyz, Popo Mangu, Yessiow, dan Gardu House), kolektif arsitektur Ugahari, jejaring penggambar (sketchers) nusantara Indonesia Sketchers, jejaring aktivis kopi Komunitas Jenama Kopi (featuring Smesta, Popsiklus, Gunagoni, Debbybyday, Koleksi Karta, Craft Denim, Seniman), dan kelompok perupa dan seni pertunjukan Paguyuban Gegerboyo.
Baca juga: TNI AU Buka Pendaftaran Calon Tamtama, Lulusan SMP Boleh Daftar
Pameran ‘Kopi Togetherness’ dibagi 5 subtema: Kopi Bumi, Kultur Kopi, Kopi Kini, Kopi Kita, dan Kopi Merdeka. Kopi Bumi mengangkat relasi Kopi sebagai sumber daya agrikultural yang memberi sumbangsih dan keberlanjutan pada lingkungan dan beragam upaya masyarakat dan komunitas untuk memberdayakannya. Kultur Kopi mengangkat berbagai aspek kebudayaan, sejarah dan kearifan lokal yang diciptakan di berbagai pelosok nusantara. Kopi Kita dan Kopi Kini menghadirkan berbagai narasi keseharian, kreativitas, dan kehidupan sosial yang terhubung oleh skena kopi Indonesia.
Ke-empat subtema ini dihadirkan dalam rangkaian karya instalasi oleh 6 komunitas/kolektif seniman yang diundang khusus untuk merespon tema ‘Kopi Togetherness’, yaitu: duo musisi elektronik Bottlesmoker, komunitas graffiti dan street art Mahavisual (featuring Stereoflow, Alphabad.xyz, Popo Mangu, Yessiow, dan Gardu House), kolektif arsitektur Ugahari, jejaring penggambar (sketchers) nusantara Indonesia Sketchers, jejaring aktivis kopi Komunitas Jenama Kopi (featuring Smesta, Popsiklus, Gunagoni, Debbybyday, Koleksi Karta, Craft Denim, Seniman), dan kelompok perupa dan seni pertunjukan Paguyuban Gegerboyo.
(nnz)
Lihat Juga :