3 Mahasiswa FTUI Gagas Panel Surya Roll dengan Memanfaatkan Limbah Plastik

Senin, 21 November 2022 - 06:25 WIB
loading...
3 Mahasiswa FTUI Gagas Panel Surya Roll dengan Memanfaatkan Limbah Plastik
Tiga mahasiswa FTUI menggagas panel surya roll dengan memanfaatkan limbah plastik sebagai salah satu komponennya. Foto/Dok/Humas UI
A A A
JAKARTA - Tiga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia ( FTUI ) menggagas panel surya roll dengan memanfaatkan limbah plastik sebagai salah satu komponennya, dan mereka beri nama Printable Alternative Solar Roll (PARASOL).

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Afra Moedya Abadi, Tiffany Liuvinia, dan Yosep Dhimas Sinaga dari Departemen Teknik Kimia FTUI, angkatan 2020.

Baca juga: Nama-nama Jurusan Kuliah yang Wajib Calon Mahasiswa Ketahui, Jangan Salah Pilih

Berkat desain PARASOL, tim UI berhasil menjuarai kompetisi ESG Symposium 2022 "Hacks to Heal Our Planet: ESG Idea Pitching" Regional Competition yang diselenggarakan oleh PT Siam Cement Group (SCG).

Pada tingkat nasional, tim UI terlebih dahulu mengalahkan 230 tim dari Indonesia sebelum melaju ke tingkat regional. Pada kompetisi ESG 2022 di tingkat regional, Tim UI kembali berjaya setelah mengalahkan lima tim lain dari beberapa negara Asia Tenggara yang mewakili negaranya masing-masing.

Menurut Yosep Dhimas, mereka membuat PARASOL dilatarbelakangi beberapa hal, pertama karena Indonesia menjadi penyumbang limbah plastik terbesar di dunia. Kedua, berkaitan dengan krisis energi terutama dengan panel surya silikon yang beredar di Indonesia masih ada kekurangan.

Baca juga: Ini 7 Jurusan Kuliah yang Bisa Berkarier di KAP Big Four, Gaji Fantastis

“Dari kedua latar belakang tersebut, akhirnya kami tergerak untuk membuat PARASOL. Inovasi panel surya alternatif ini kami rancang dalam bentuk plastik rol yang praktis, fleksibel, dan semi transparan. PARASOL memanfaatkan prinsip perovskite solar cell dengan nilai efisiensi yang mampu bersaing dengan panel surya konvensional,” kata Yosep.

Pemilihan sampah plastik PET (polyethylene terephthalate) dilakukan sebab plastik jenis ini yang paling mudah ditemukan serta didaur ulang dengan biaya yang tidak terlalu tinggi. Hal ini juga selaras dengan prinsip PARASOL yang fleksibel.

PARASOL memiliki cara kerja yang mirip seperti panel surya silikon pada umumnya, yaitu memanfaatkan sinar matahari. Ia memiliki bentuk yang praktis dan dapat bekerja pada kondisi minim cahaya matahari.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1152 seconds (10.177#12.26)