Robot Pengambil Sampah Organik Karya Siswa MAN 2 Kota Malang Siap Atasi Masalah Lingkungan
Kamis, 24 November 2022 - 15:41 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kemenag Gelar Konferensi Internasional Bahas Akselerasi Transformasi Digital Madrasah
Semua input data yang masuk diolah dalam memory, yang dalam hal ini masih diperankan oleh laptop. Laptop digunakan untuk mengolah data, termasuk mengenalkan obyek pada robot, agar ia tahu mana sampah dan mana yang bukan.
Untuk membuat pekerjaannya efektif, robot ini mengusung vacuum cleaner yang memiliki daya hisab cukup. Bila ditaruh di jalanan, Folium Bot akan mulai berjalan mencari daun-daun kering, ranting, dan obyek lain yang dapat ia bersihkan, lalu menyedotnya dengan vacuum.
Folium Bot akan terus mengulanginya hingga kapasitas kantong plastiknya penuh. Jika lambungnya sudah penuh ia akan berhenti. Peran manusia adalah melepas lambung sampah dan menggantinya dengan yang baru.
Robot ini ditenagai baterai accumulator 12 Volt dan baterai Li-Pro yang dilengkapi travo step down sebagai penurun tegangan.
Pengembang robot ini, Kaevlin Fadia Taqia mengaku senang robotnya bisa tampil di ajang MRC 2022. Robot itu dikembangkannya berdua dengan Ghivan Chiragia Rahman di bawah bimbingan gurunya, Abuzar Alqhifari.
Semua input data yang masuk diolah dalam memory, yang dalam hal ini masih diperankan oleh laptop. Laptop digunakan untuk mengolah data, termasuk mengenalkan obyek pada robot, agar ia tahu mana sampah dan mana yang bukan.
Untuk membuat pekerjaannya efektif, robot ini mengusung vacuum cleaner yang memiliki daya hisab cukup. Bila ditaruh di jalanan, Folium Bot akan mulai berjalan mencari daun-daun kering, ranting, dan obyek lain yang dapat ia bersihkan, lalu menyedotnya dengan vacuum.
Folium Bot akan terus mengulanginya hingga kapasitas kantong plastiknya penuh. Jika lambungnya sudah penuh ia akan berhenti. Peran manusia adalah melepas lambung sampah dan menggantinya dengan yang baru.
Robot ini ditenagai baterai accumulator 12 Volt dan baterai Li-Pro yang dilengkapi travo step down sebagai penurun tegangan.
Pengembang robot ini, Kaevlin Fadia Taqia mengaku senang robotnya bisa tampil di ajang MRC 2022. Robot itu dikembangkannya berdua dengan Ghivan Chiragia Rahman di bawah bimbingan gurunya, Abuzar Alqhifari.
Lihat Juga :